Sabtu, 23 Maret 2024

BIASA TERBIASA

Pengalaman baru, baru saja dimulai. 

Menyadari apa yang dulu menjadi sebuah kebiasaan akhirnya dipaksa untuk dibiasakan kembali.


Dalam rangka 100 tahun Perkumpulan Strada, kantor pusat Perkumpulan Strada mengadakan lomba menulis opini dengan tema Sekolah Modern, Berakar pada Budaya, dan Menghidupi Nilai-Nilai Dasar Strada sampai Akhir Hayat.


Perlombaan ini dimulai dari seleksi perunit masing-masing sekolah. Di Perkumpulan Strada sendiri ada 19 sekolah tingkat SMP yang tersebar 4 cabang di 3 provinsi yang berbeda. Kemudian kepala sekolah memilih 2 perwakilan guru yang nantinya akan dipilih 1 oleh kepala cabang yang nantinya akan 'bertempur' dengan SMP-SMP Strada yang lainnya.


Tulisan yang saya buat bukanlah hal yang luar biasa, hanya keresahan hati sebagai seorang guru Bimbingan Konseling khususnya. Materi pertama yang saya ambil mengenai perilaku self-harm pada remaja yang sudah cukup saya kuasai karena sudah menjadi materi penelitian saya dalam ujian makalah kenaikan golongan sebelumya, bahkan sudah saya lakukan intervensi yang dapat dijadikan sebagai salah satu pencegahan dalam perilaku self-harm. Materi ini lolos di tingkat unit dan terpilih menjadi perwakilan sekolah.

Cukup yakin karena materi ini memang sudah betul-betul saya kuasai dan mendapat apresiasi ketika ujian makalah.

Selanjutnya dalam 'pertempuran' saya mengambil materi Perundungan. Agak lain karena saat itu saya tidak lagi berfokus pada pelaku dan korbannya. Namun pihak yang menjadi saksi ketika ada perilaku bullying terjadi. Hal ini menjadi kegelisahan sekaligus kekhawatiran saya sebagai guru BK dan sudah pasti semua pihak dalam dunia pendidikan.  Perundungan terjadi tidak hanya karena kasusnya saja tetapi juga karena kurangnya dukungan dari teman-teman atau pihak-pihak yang menyaksikan perilaku tersebut.

Saksi-saksi perundungan memilih untuk diam karena biasanya mereka takut jika mereka yang akan menjadi korban perundungan selanjutnya. 

Layaknya lingkaran setan saksi-korban-pelaku mereka akan atau pernah menjadi korban perundungan. 

Kekhawatiran ini akhirnya saya tuangkan dalam tulisan tersebut dan berharap akan ada budaya-budaya baru yang muncul untuk menghentikan perundungan.

Salah satu intervensi yang saya usulkan adalah The Stand-Up Project, tentu saja project ini saya dapatkan dari literasi yang saya baca sebelumnya dan baik jika dapat diaplikasikan di setiap sekolah.

Dari yang saya pahami The Stand-Up Project adalah sebuah project dimana anak-anak dilatih untuk memiliki rasa empati yang tinggi sehingga mampu dan berani menjadi saksi yang aktif. Saksi yang dapat mencegah bahkan menggagalkan tindak perundungan di sekolah. Sehingga project tidak hanya semata-mata sebagai project saja tetapi akan menjadi budaya terus tertanam dan berakar di setiap pikiran, perkataan dan perbuatan siswa-siswa di Perkumpulan Strada sehingga nilai kepedulian semakin kuat teriilhami.


Tiada sangka tulisan ini mampu meraih juara 2, sebetulnya saya tidak mengharapkan apa-apa dari apa yang saya tulis. Cukup jika mampu menginspirasi orang-orang yang membacanya.

Bolehlah sekali ini saya bangga dengan pencapaian saya. Hehehe.

Rabu, 19 April 2023

aku ada disini

Kadang kita susah banget buat lepasin apa yang kita mau sampai kita tidak sadar bahwa hal tersebut tidak baik untuk diri kita sendiri.
Termasuk dalam hal mencintai seseorang.

Its been only 3 months since i let go of the things that been holding me back. It was really hard but now my heart feels so full and lightweight at the same time. I'm actually starting over and it wasn't easy but i learn who i want to be and how to love my life again.
and here i am right now.

I make up everyday being excited about whats to come and i cant wait to embrace more opportunities coming my way.

Setelah bertahun-tahun aku berusaha supaya orang lain mencintaiku.
Saat ini aku terbangun dan tersadar bahwa yang utama patut kita sayangi adalah diri kita sendiri.
Termasuk jika dengan cara melepaskan seseorang yang selama ini kita anggap adalah pasangan yang cocok untuk kita.

Dan mencoba menerima orang lain yang memang lebih baik untuk kita.

jangan lupa

sayang sama orang lain sampai lupa bahwa hal utama yang perlu kita sayangi adalah diri kita sendiri.

Kamis, 31 Maret 2022

Kalau Bingung

 Pernah ngga sih kalian bingung? Pernah kan ya pasti.

Bingung sedang apa

Bingung karena apa

Bingung dengan siapa

Bingung bagaimana

Senin, 22 November 2021

Entah ini apa

Banyak sekali hal yang sudah sedemikian rupa kita atur ternyata hanya menjadi sebuah angan-angan saja
Banyak sekali hal yang sudah kita rencanakan pada akhirnya hanya sebagai wacana saja
Paham atau tidak 
Mengerti atau tidak
Ya memang begitu jalannya

Tidak mengapa takut, tidak mengapa ragu

Supaya tidak sakit
Supaya baik-baik saja
Supaya ketika jatuh kamu sudah tau dimana letak obatnya
Supaya ketika tersungkur kamu sudah tau bagaimana bangkitnya

Berpisah bukan hal yang diingkan
Tapi terkadang memang harus dilakukan

Entah untuk menjadi lebih baik
atau
Bertemu dengan yang lebih baik

Ditusuk, diikat, dicekik, didera, dipenggal
kemudian meledak.
dan hancur.

Kamis, 11 November 2021

Istirahat

Aku terdiam pada pagi yang ribut, sesak dan bingung.
Bertanya-tanya pada diriku sendiri tentang sesuatu yang ku lakukan dalam sepersekian hidupku.
Apakah benar?
Apakah tidak keliru?
Apakah tidak salah?

Apa sih yang dicari?
Apakah kesenangan? Jika senang yang dicari maka aku bisa pergi ke taman hiburan
Apakah kesenangan? Jika senang yang dicari maka aku bisa menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk membeli barang yang aku suka.
Apakah kesenangan? Jika senang yang dicari maka aku bisa berpergian kemanapun yang aku mau.

Oh.
Ternyata yang ku cari. Kedamaian. Ketenangan.
Kemudian. Menghilang.
Aku ingin istirahat.
Di pangkuanmu.
Di pundakmu. Tenggelam.
Kemudian. Menghilang.

Menghilang.