Senin, 09 Desember 2013

"kita kan sodara"

kali ini aku akan mengisahkan sedikit tentang perjuanganku. tentu bukan perjuangan melawan orientasi tapi bagaimana aku berjuang melawan salah satu diantara orang-orang yang akan diorientasi. ya, sama denganku.
semua ini berawal dari liburan kala itu.

matanya.
hidungnya.
bibirnya.
pasir.
pantai.
deburan ombak.

kombinasi dari dua hal yang sama istimewanya dimataku siang itu. bahkan panas bukanlah halangan yang mampu membuatku berhenti memandang semua keindahan tersebut.

pasir-pasir yang menempel di pundaknya bukan hal yang menjijikan bagiku kalau itu adalah pundak miliknya.
indah. menyenangkan. kau tau kan bagaimana perasaanku kala itu. perpaduan yang tak terkira indahnya.

dan ketika aku menyadari lebih jauh. aku jatuh cinta di tempat yang salah dan kondisi yang salah.
ketika mengingat motivasi awal yang harus aku lakukan, bahwa kita dibentuk bukan untuk jatuh cinta sebagai kamu lelaki dan aku perempuan. kita jatuh cinta untuk menjadi saudara. ya. cukup dengan saudara.

awalnya semua berjalan dengan lancar. aku baik-baik saja dan kamu tak akan pernah mengetahuinya.
namun, aku benci dengan persaudaraan ini.
bukan aku dengan mereka, namuan aku benci menjadi saudaramu.
bahwa aku tidak akan pernah bisa menyampaikan ini semua padamu.
bahwa ini bukan tempat yang baik untukku membiarkan ini semua untuk terus berlanjut.
aku benci ketika kau berkata "kan kita sodara" sambil tersenyum seraya menepuk pundakku.
baiklah mungkin baiknya begini.
aku tidak akan pernah menyesali bergabung disini denganmu sebagai saudaraku yang perlu ku perjelas bahwa kamu tetap bukanlah saudaraku.
bila kau berkata begitu, baiklah. :)





ini fiksi loh ya teman-teman. tidak ada sangkut pautnya dengan apapun bila kamu berasumsi seperti itu. byee~

1 komentar: