Selasa, 11 Februari 2014

Career, Cinta dan Carrier

Senin, 11 Februari 2014. Yogyakarta. Gerimis. Dingin.

Tadi pagi, kuliah kedua dimulai pukul 13.00 dengan mata kuliah Psikometri.
Dosen terlihat menarik. Lucu, mungkin saja ini hanyalah kesan pertama. Mungkin.
Ketika dosen menjelaskan pengantar Psikometri aku dikagetkan oleh Anggie (teman sebelah) dengan kata 'Manajemen' dan 'Karir'.

"wah, tel manajemen. manajemen perjalanan. packing"

"wah iya, iya. manajemen packing = manajemen karir = manajemen cinta ya!" segera aku tulis kata-kata yang aku ucapkan tadi dengan membubuhi beberapa tambahan kata-kata.

"manajemen packing = manajemen karir =  manajemen cinta. kalo mau bawaannya enak, ringan dan nggak nyusahin ya packingnya harus bener. harus ditata yang bener. jangan sampe gara-gara beban kalian yang salah justu bikin langkah buat naik gunung jadi terhambat"

Sepertinya kata-kata yang baru saja aku pikirkan dan langsung aku tuliskan ada benarnya juga.
Mungkin, sebelum melanjutkan lebih jauh teman-teman harus mengetahui gambaran mengenai packing yang baik dan benar dan bisa kalian akses sendiri di Google :)

Career, Cinta dan Carrier.

Semuanya harus dipack dengan baik dan benar dalam satu wadah yang sudah memenuhi syarat.
Packingan yang salah justru bikin beban kalian makin berat.
Setiap sela dalam carrier harus diisi agar semua kebutuhan yang diperlukan dapat masuk ke dalam carrier selama perjalanan.
Barang yang kurang penting diletakkan paling bawah paling dasar, sekali lagi kalo itu kurang penting.
Akan berbeda dengan barang yang sangat dibutuhkan ketika keadaan genting seperti mantol dsb, mereka diletakkan dipaling atas. Hal ini dilakukan apabila ketika kita memerlukan sesuatu, kita tidak akan kerepotan mencarinya dengan membuka semua barang-barang yang sudah tertata untuk dikeluarkan kembali dan diacak-acak sehingga tatanan tidak seperti awal tadi. Ujung-ujungnya bikin susah dan kalo salah meletakkan barang bikin beban makin berat.

Saya rasa, packing Carrier sama saja ketika kalian harus "packing" Karir dan Cinta kalian.
Bawa sesuai kebutuhan.
Tempatkan mereka sesuai dengan tempatnya dan kebutuhan kalian.
Yang kurang dibutuhkan ya di letakkan paling bawah sedangkan yang sangat penting letakkan paling atas.
Jangan sampai, ketika di tengah jalan kalian membutuhkan sesuatu namun barang tersebut sulit kalian temukan kemudian menjadi penghambat langkah kalian menuju "puncak".

Terimakasih :)


Senin, 10 Februari 2014

Kesadaran Diri Tingkat Pertama


Hari ini, Senin tanggal 10 Februari 2013.
Hari pertama memasuki kuliah di semester 4.
Sudah cukup lama rupanya.
Tapi masih belum mengerti siapa diri sendiri.
Aku? Bagaimana? Siapa? Apa yang ingin dilakukan?

Semalam, aku bertemu dengan saudara lama setelah beberapa bulan tidak bertatap muka kembali.
Percakapan singkat, menyenangkan dan mengharukan.
Mendengarkan cerita perjuangan mereka terhadap tujuan mereka, keinginan mereka.
Aku? Ya, ini menjadi masalah lagi bagiku.

Malam hari, ketika itu perutku sakit sekali.
Membuatku berfikir sejenak tentang makanan yang aku makan hari ini.
Namun, ide tersebut melenceng jauh dari apa yang aku inginkan.
Aku ingat ketika salah satu saudara ku membawa buku yang baru saja dia beli, menunjukkannya pada seorang lelaki di seberangnya.
Hal tersebut membuatku berfikir.

Membaca.
Menulis.
Sebenarnya apa?
Aku sangat sangat sangat menyukai membaca.
Tapi menulis menjadi kegitan yang lebih menarik.
Beberapa kali aku menilik diri sendiri.

Aku pembaca atau penulis?
Sepertinya kedua hal tersebut saling bertentangan.
Tentu, tentu saja kedua bisa dikolaborasikan menjadi perpaduan yang hebat.
Tidak akan ada menulis yang memuaskan tanpa membaca.
Aku masih tidak mengerti diriku sendiri.
Kemudia, ketika mandi tadi pagi aku disadarkan kembali mengenai satu hal.
Membaca tidak hanya dari buku kan yang dibuat oleh penulis terdahulu kan?
Membaca.
Membaca raut wajah manusia, bisa menjadi sebuah tulisan indah.
Membaca alam, bisa menjadi maha karya dari sebuah tulisan sekalipun penuh dengan kesederhanaan.
Membaca hati, tentu hati, perasaan dan cinta akan menjadi bahan yang selalu menarik.

Ya, ini hanya menurut saya.
Tentu saja, siapa yang mengharuskan membaca buku selalu menjadi panduan dalam menulis.

Hanya melihat hal kecil dari sekeliling kita.
Hal-hal kecil yang tidak pernah diduga oleh penulis manapun.
Maksudku, setidaknya menjadi peka adalah awal yang baik untuk menulis.
Apapun, bahkan baling-baling kipas angin yang berputar bisa menjadi tulisan khas yang kamu buat.

Terimakasih, malam itu. 


Jumat, 07 Februari 2014

Cups

by Anna Kendrick. From Pitch Perfect.

[Verse 1:]
I got my ticket for the long way round
Two bottle a whiskey for the way
And I sure would like some sweet company
And I'm leaving tomorrow, wha-do-ya say?

[Chorus 1:]
When I'm gone
When I'm gone
You're gonna miss me when I'm gone
You're gonna miss me by my hair
You're gonna miss me everywhere, oh
You're gonna miss me when I'm gone

[Verse 2:]
I've got my ticket for the long way round
The one with the prettiest of views
It's got mountains, it's got rivers, it's got sights to give you shivers
But it sure would be prettier with you

[Chorus 2:]
When I'm gone
When I'm gone
You're gonna miss me when I'm gone
You're gonna miss me by my walk
You're gonna miss me by my talk, oh
You're gonna miss me when I'm gone


http://www.stlyrics.com/lyrics/pitchperfect/cups.htm

pesan cicak dan semut untukmu

kemarin aku menemui kamu (lagi)
candu ini tidak sama dengan ketika aku sedang kecanduan rokok, ciu atau semacamnya
begitu sempit, begitu dekat
bahkan penggaris 30 centimeter terlalu panjang untuk mengukur jarak antara kita

aku lupa untuk menyampaikan pesan dari sang cicak yang sempat mendengar percakapan kita semalam
dia bilang, "lelaki di depanmu sungguh menawan, Ken"
bahkan cicak saja yang hanya menjadi pendengar tau bagaimana menawannya dirimu ketika malam itu

ternyata tidak hanya cicak yang ingin menyampaikan kekagumannya padamu.
bahkan semut yang sedang bekerja hingga larut malam itu pun memintaku mengatakan ini padamu,
"suaranya, menenangkan sekali. hangat. api seperti apa yang dia bawa terus sih?"

mereka benar, sekali aku berbisik kepada mereka
"lelaki yang kalian kagumi saat ini adalah lelaki yang aku sayangi."



sudahlah aku mau mandi dulu.
bye :)

Sabtu, 01 Februari 2014

Kala Itu Ketika Semuanya Ada

hujan.
malam.
di rumah.
dingin.
basah.
gelap.
bocor.
ember.
teh anget.
nyamuk.
Bella.
Mama.
dek Bagus.
ngantuk.
Mister(i) Tukul Jalan-jalan Bengawan Solo.
Trans7.
chat.
Facebook.
Nasalis Boo Peck.
sayang.
rindu.