Hari pertama memasuki kuliah di semester 4.
Sudah cukup lama rupanya.
Tapi masih belum mengerti siapa diri sendiri.
Aku? Bagaimana? Siapa? Apa yang ingin dilakukan?
Semalam, aku bertemu dengan saudara lama setelah beberapa bulan
tidak bertatap muka kembali.
Percakapan singkat, menyenangkan dan mengharukan.
Mendengarkan cerita perjuangan mereka terhadap tujuan
mereka, keinginan mereka.
Aku? Ya, ini menjadi masalah lagi bagiku.
Malam hari, ketika itu perutku sakit sekali.
Membuatku berfikir sejenak tentang makanan yang aku makan
hari ini.
Namun, ide tersebut melenceng jauh dari apa yang aku inginkan.
Aku ingat ketika salah satu saudara ku membawa buku yang
baru saja dia beli, menunjukkannya pada seorang lelaki di seberangnya.
Hal tersebut membuatku berfikir.
Membaca.
Menulis.
Sebenarnya apa?
Aku sangat sangat sangat menyukai membaca.
Tapi menulis menjadi kegitan yang lebih menarik.
Beberapa kali aku menilik diri sendiri.
Aku pembaca atau penulis?
Sepertinya kedua hal tersebut saling bertentangan.
Tentu, tentu saja kedua bisa dikolaborasikan menjadi
perpaduan yang hebat.
Tidak akan ada menulis yang memuaskan tanpa membaca.
Aku masih tidak mengerti diriku sendiri.
Kemudia, ketika mandi tadi pagi aku disadarkan kembali
mengenai satu hal.
Membaca tidak hanya dari buku kan yang dibuat oleh penulis
terdahulu kan?
Membaca.
Membaca raut wajah manusia, bisa menjadi sebuah tulisan
indah.
Membaca alam, bisa menjadi maha karya dari sebuah tulisan
sekalipun penuh dengan kesederhanaan.
Membaca hati, tentu hati, perasaan dan cinta akan menjadi
bahan yang selalu menarik.
Ya, ini hanya menurut saya.
Tentu saja, siapa yang mengharuskan membaca buku selalu
menjadi panduan dalam menulis.
Hanya melihat hal kecil dari sekeliling kita.
Hal-hal kecil yang tidak pernah diduga oleh penulis manapun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar