Senin, 10 Februari 2014

Kesadaran Diri Tingkat Pertama


Hari ini, Senin tanggal 10 Februari 2013.
Hari pertama memasuki kuliah di semester 4.
Sudah cukup lama rupanya.
Tapi masih belum mengerti siapa diri sendiri.
Aku? Bagaimana? Siapa? Apa yang ingin dilakukan?

Semalam, aku bertemu dengan saudara lama setelah beberapa bulan tidak bertatap muka kembali.
Percakapan singkat, menyenangkan dan mengharukan.
Mendengarkan cerita perjuangan mereka terhadap tujuan mereka, keinginan mereka.
Aku? Ya, ini menjadi masalah lagi bagiku.

Malam hari, ketika itu perutku sakit sekali.
Membuatku berfikir sejenak tentang makanan yang aku makan hari ini.
Namun, ide tersebut melenceng jauh dari apa yang aku inginkan.
Aku ingat ketika salah satu saudara ku membawa buku yang baru saja dia beli, menunjukkannya pada seorang lelaki di seberangnya.
Hal tersebut membuatku berfikir.

Membaca.
Menulis.
Sebenarnya apa?
Aku sangat sangat sangat menyukai membaca.
Tapi menulis menjadi kegitan yang lebih menarik.
Beberapa kali aku menilik diri sendiri.

Aku pembaca atau penulis?
Sepertinya kedua hal tersebut saling bertentangan.
Tentu, tentu saja kedua bisa dikolaborasikan menjadi perpaduan yang hebat.
Tidak akan ada menulis yang memuaskan tanpa membaca.
Aku masih tidak mengerti diriku sendiri.
Kemudia, ketika mandi tadi pagi aku disadarkan kembali mengenai satu hal.
Membaca tidak hanya dari buku kan yang dibuat oleh penulis terdahulu kan?
Membaca.
Membaca raut wajah manusia, bisa menjadi sebuah tulisan indah.
Membaca alam, bisa menjadi maha karya dari sebuah tulisan sekalipun penuh dengan kesederhanaan.
Membaca hati, tentu hati, perasaan dan cinta akan menjadi bahan yang selalu menarik.

Ya, ini hanya menurut saya.
Tentu saja, siapa yang mengharuskan membaca buku selalu menjadi panduan dalam menulis.

Hanya melihat hal kecil dari sekeliling kita.
Hal-hal kecil yang tidak pernah diduga oleh penulis manapun.
Maksudku, setidaknya menjadi peka adalah awal yang baik untuk menulis.
Apapun, bahkan baling-baling kipas angin yang berputar bisa menjadi tulisan khas yang kamu buat.

Terimakasih, malam itu. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar