Jumat, 25 April 2014

apakah hidup benar-benar memberikan pilihan?

selamat malam dunia.

rasanya sepi sekali malam ini, entah memang begitu atau pikiranku saja.
susah sekali membedakan di antara keduanya itu.
aku hidup pada realita atau aku hidup dalam pikiranku sendiri?

apakah hidup memberikan banyak pilihan?
yaah kecuali ketika kita dilahirkan dan ketika ketika kita meninggal.
ketika kita dilahirkan kita tidak dapat memilih dengan keluarga mana kita akan hidup, dengan keadaan seperti apa, apakah mereka akan menyayangi kita, apakah kita akan bahagia, apakah keluarga kita dari keluarga baik-baik?
sedangkan ketika kita meninggal kita tidak dapat menentukan kapan, dimana, dengan cara apa, dengan siapa kita akan meninggal nanti.

kenyataannya, pilihan tidak selalu muncul ketika kita menjalani kehidupan.
ketika kita masih kecil, kita tidak dapat memutuskan bagaimana jalan hidup kedua orang tua kita.
apakah mereka harus baik-baik saja, ataukah mereka suatu saat akan berpisah.
dan satu lagi yang perlu diingat, bahwa kita tidak akan pernah terlihat dewasa di mata mereka.

aku benci selalu menjadi anak kecil di mata mereka.
aku benci untuk menjadi penakut ketika aku harus berbicara.
aku benci ketika aku hanya mampu menuliskan kata-kata ini saja.
aku benci bahwa aku tidak memiliki keberanian apapun.

apapun itu, aku rasa semuanya akan baik-baik saja.
biar saja kali ini aku akan hidup dalam pikiranku sendiri.
meskipun keadaan tidak baik-baik saja, aku ingin dalam pikiranku adalah hal yang baik-baik saja.
biarkan apa yang aku lakukan, apa yang aku kerjakan selalu bisa membahagiakan siapapun yang benar-benar menyayangiku.

mari jalani hidup yang lebih bahagia bagi diri sendiri.
apa yang tidak membuatmu bahagia yaah itu sudah harus dimasukkan ke dalam tong sampah.
apa yang membuatmu berhenti melangkah harus kamu singkirkan.
kamu sendiri yang bisa membuat dirimu bahagia, Ken.

2 komentar: