Selamat Ulangtahun
(Dewi Lestari)
"... Aku tidak tahu kemalangan jenis apa yang menimpa kamu, tapi aku percaya ada insiden yang cukup dahsyat di dunia serba selular ini hingga kamu tidak bisa menghubungiku. Mungkinkah matahari lupa ingatan, lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit? Bahkan kiamat pun hanya berbicara soal arah yang terbalik, bukan soal perubahan jadwal."
Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?
Miliaran panah jarak kita
Tak jua tumbuh sayapku
Satu-satunya cara yang ada
Gelombang tuk ku bicara
Tahanlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga menantiku
Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran tuk ku bicara
Jangan berjalan, Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Semoga dia masih ada menantiku
Mundurlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan
Yang harusnya tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang s'lalu membara
Untuk dia yang terjaga
Menantiku
Selamat ulangtahun mamah, semoga apa yang kamu harapkan bisa terwujud seiring dengan banyaknya langkah yang sudah kau tempuh. Semoga keajaiban-keajaiban kecil senantiasa hadir di dalam kehidupanmu, di kehidupan kita semua sebagai keluarga kecil yang bahagia. Semoga Tuhan selalu memberi kekuatan ketika rasa lelah dan rasa ingin menyerah datang kepadamu. Selamat ulangtahun mamah.
Diulangtahun yang kesekian ini, aku masih belum bisa menjamin kebahagiaan apapun untukmu. Hanya doa yang senantiasa aku panjatkan agar kau selalu bahagia meski jarak yang menjadi penghalang kita untuk terus bertatap muka. Tunggu, mah. Sayapku belum terlalu kuat untuk terbang kelangit mengambilkanmu sedikit bintang yang lebih cerah.
Sekali lagi selamat ulangtahun mah. Semoga kebahagiaan selalu hadir dalam setiap langkahmu. Sayang mamah.