Rabu, 25 Juni 2014

lewat batas

melewati batas itu sakit dan merugikan loh ya
contohnya aja melewati batas daerah teritorial tetangga (baca : melompat pagar) yang berujung luka-luka serta lebam dibeberapa tempat khususnya pada tubuh dan juga menyebabkan ambruknya pagar tetangga tersebut. merugi. niatnya cuma mau lompat dan gak habis pikir kalo yang dilompati bakal marah dan minta buat ambrukin diri zz.

melewati pagar aja sakit dan menyebabkan beberapa kerugian pada diri sendiri dan orang lain apalagi melewati kesabaran. ampun deh. bersyukur wae, bersyukur meneh!

udah gitu aja ya.

Selasa, 24 Juni 2014

#melawan

haii
setelah aku pikir-pikir melalui meditasi di depan rumah dengan pemandangan sawah yang luas membentang serta dengan adanya sedikit gangguan dari kereta yang lewat-lewat serta nyamuk yang tak berhenti menggigiti kulit mulus ini, akhirnya aku menemukan satu hal yang jarang sekali aku lakukan, yaah kadang-kadang doang sih ya.

satu hal yang membuat aku selalu berpikir negatif terus tentang segala hal yang terjadi pada diriku. saya mungkin kurang bersyukur, iya BERSYUKUR.

mari bersyukur atas apa yang terjadi dalam setiap tarikan dan hembusan nafas yang masih bisa dirasakan.

Sabtu, 21 Juni 2014

memaafkan atau sudah tidak peduli?

Yang namanya masalah memang selalu menjadi bagian yang terpenting bagi manusia. Agaknya manusia kayak kita ini perlu banget bersyukur pernah mengalami seberat apapun, itu yang membuat kita masih bisa berdiri tegak dengan hati yang kuat. 

Termasuk saya. Salah satu manusia level rendah dalam masyarakat entah di rumah maupun di kampus.

Satu tahun belakangan ini makin banyak masalah yang sudah saya rasakan juga belum dapat saya selesaikan. Saya bisa menyadari hal ini, usia makin bertambah tanggung jawab makin berat.
Saya percaya masalah yang diberi Tuhan ini merupakan sebuah kepercayaan dari Tuhan sendiri bahwa saya sudah dewasa, sudah memiliki tanggung jawab yang besar dan tidak lagi memikirkan keegoisan diri sendiri.
Memang sulit sekali membuktikannya untuk diriku sendiri, bahkan saya sendiri merasa belum mampu menyelesaikannya, yang saya bisa lakukan hanya menunda-nunda masalah tersebut yang ujungnya bertumpuk, menggunung.

Beberapa hari ini juga aku sedang menarik diri dari teman-teman. Bukan apa-apa, aku butuh waktu untuk diriku sendiri atau sebenernya Tuhan juga lagi nunjukkin mana temen mana "temen". Aku butuh waktu untuk menenangkan diriku sendiri terlebih untuk masalah yang satu ini. Beruntungnya masih ada satu orang yang bersedia mendengarkan keluh kesahku, tidak mengapa. Didengarkan saja sudah melegakan bagiku.
Mungkin aku belum bisa menyelesaikannya, bahkan aku sendiri tidak tau bagaimana untuk menyelesaikannya. Apakah memaafkan sudah cukup? Maksud saya, memaafkan tidak hanya untuk mengampuni kesalahan orang yang bersangkutan tersebut tapi memaafkan adalah untuk lebih menerima setiap masalah-masalah yang ada di dalam masalah tersebut. Membuka diri bahwa masalah tersebut pasti akan memiliki ujungnya masing-masing, entah akan berakhir menyedihkan atau beruntungnya bahagia. Apakah itu saja cukup? Banyak sekali niatan untuk menyelesaikannya mulai dari cara paling busuk yang pernah dipikirkan oleh manusia hingga pikiran paling mulai yang sanggup dipikirkan oleh manusia. Huffft.
Melelahkan sekali, bahkan hanya untuk memikirkannya. Lalu bayangkan apabila aku dapat melakukannya. Aku pastikan itu adalah keberanian level terdewa yang mampu aku keluarkan.


Aku kurang paham ya mengenai definisi memaafkan yang benar itu seperti apa, yang jelas setelah memaafkanpun ada satu bagian dalam hati yang tidak ingin peduli pada orang yang bersangkutan selain itu pasti ada rasa untuk tidak ingin mempercayai dia lagi. Ahh repot juga cinta ya, membingungkan. Ribet kan? Makannya jangan cinta-cintaan mulu, itu coba liat hasil ujianmu gimana? Bye.

Rabu, 04 Juni 2014

Selamat Ulangtahun, Mah.

Selamat Ulangtahun 
 (Dewi Lestari)

"... Aku tidak tahu kemalangan jenis apa yang menimpa kamu, tapi aku percaya ada insiden yang cukup dahsyat di dunia serba selular ini hingga kamu tidak bisa menghubungiku. Mungkinkah matahari lupa ingatan, lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit? Bahkan kiamat pun hanya berbicara soal arah yang terbalik, bukan soal perubahan jadwal."

Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?

Miliaran panah jarak kita
Tak jua tumbuh sayapku
Satu-satunya cara yang ada
Gelombang tuk ku bicara

Tahanlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga menantiku

Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran tuk ku bicara

Jangan berjalan, Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Semoga dia masih ada menantiku

Mundurlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan
Yang harusnya tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang s'lalu membara
Untuk dia yang terjaga
Menantiku

Selamat ulangtahun mamah, semoga apa yang kamu harapkan bisa terwujud seiring dengan banyaknya langkah yang sudah kau tempuh. Semoga keajaiban-keajaiban kecil senantiasa hadir di dalam kehidupanmu, di kehidupan kita semua sebagai keluarga kecil yang bahagia. Semoga Tuhan selalu memberi kekuatan ketika rasa lelah dan rasa ingin menyerah datang kepadamu. Selamat ulangtahun mamah.

Diulangtahun yang kesekian ini, aku masih belum bisa menjamin kebahagiaan apapun untukmu. Hanya doa yang senantiasa aku panjatkan agar kau selalu bahagia meski jarak yang menjadi penghalang kita untuk terus bertatap muka. Tunggu, mah. Sayapku belum terlalu kuat untuk terbang kelangit mengambilkanmu sedikit bintang yang lebih cerah.

Sekali lagi selamat ulangtahun mah. Semoga kebahagiaan selalu hadir dalam setiap langkahmu. Sayang mamah.