Kamis, 17 Juli 2014
Diposkan oleh Bonny Fx di 08.25
tanpa mengurangi rasa hormat, aku ingin mengucapkan
“terimakasih” kepada hati yang pernah berpaut didalam hidupku, meskipun menjadi
cerita usang.
Aku telah membiarkan rasa ini mengalir sebagaimana seharusnya. Tidak ingin mengingat ujung pangkal percikan-percikan bahagia yang dulu pernah ada. Ya tentu saja. Namun ada kalanya terlintas juga sebagai ingatan saja.
Bicara tentang naluri, naluri-naluri ini bergerak diluar kendaliku, lelu melahirkan cemas yang tak mampu ditebak-tebak, itu terjadi padaku! Entalah, ini sindrom apa? Kadang kemampuan berfikir serasa lumpuh, “aku lupa mana yang nyata dan mana yang hanya semu”.
Setidaknya begitulah hematku tentang hidupku sendiri, yang aku jalani saat ini, tetap berjalan dan penuh dengan warna-warni keindahan. Aku sengaja mengatakan hitam-putih perjalanan hidup ini menjadi suatu yang indah meskipun sesungguhnya itu aku paksa. Sejujurnya aku sudah tidak memikirkan takaran indah atau tidak itu sampai dimana, pendapat kita pasti berbeda.
Ahhh sudahlah, bukankah yang dilebih-lebihkan itu tidak baik?. Kita juga tetap begini-begini saja bukan? Kamu tahu kenapa? Karena apa yang terjadi, apa yang kita rasa, hanya kesemuan.
Kadang terkesan seperti sinetron. Bersembunyi dari yang mencari, mengejar pada yang terus berlari, menguntai kusut tak berbentuk. Berharap adanya pertemun walau berbeda arah, tapi kabut prasangka telah menghalangi kita. Akhirnya berpura-pura bahwa rasa tidak pernah ada.
Aku teringat si buas satu ini, waktu. Dia telah memangsa semuanya, kisah-kasih kini menjadi nostalgia. Ada perasaan sayang untuk melupakan kenangan-ke nangan tadi, tapi sudahlah. Karena itu bukan haluanku. Aku tak ingin terikat apalagi diikat.
Jika kita pernah mendengarkan kata mengabaikan, aku rasa ini yang telah kita jalani, entah secara sadar maupun tidak. Kelak aku tidak berharap adanya penyesalan yang menuntut kita pada kepasrahan, dan lebih-lebih pada fase penyerahan. Aku harap kita bisa menerjemahkan suatu bahasa yang sama dimana segala sesuatu yang terjadi itu punya alasan.
NB: gak usah sokkk sibukkkk yahhh :)