Yak, akhirnya tiba pada hari yang biasa, dimana kita tak saling bicara, dimana kita tak saling bertemu.
Sayang, maaf ya.
Aku sedang tidak menghindarimu kok.
Aku cuma ah sudahlah kau tak akan pernah paham.
Atau aku yang sulit dipahami?
Maaf sayang sekali lagi.
Entah harus dimulai darimana, pengakuan ini ku katakan padamu.
Apakah dari kalimat "aku masih menyukainya, sayang"?
Apakah kau paham?
Paham itu tidak hanya membaca kalimat barusan loh, paham itu ah sudahlah.
Aku tahu ketika kamu membacanya pasti kamu akan menjawab "Iya, aku paham" tapi apakah betul paham?
Sekali lagi maafkan aku.
Pernah ku katakan, "ya kalau sayang ke orang lain ya nggak papa lah".
Ternyata setelah aku pikirkan lagi, itu adalah kata-kata untuk diriku sendiri.
Aku mengerti bahwa kau akan kecewa.
Tapi apakah aku akan benar-benar mengerti?
Ketika bertemu lagi nanti, entah kapan, entah dimana, entah kita sudah berstatus apa.
Aku berjanji akan menceritakannya padamu.
Ternyata sungguh, menahan perasaan tak akan pernah bisa bertahan lama.
Pada akhirnya aku akan mengakui hal ini, apakah aku juga harus mengakui perasaanku padanya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar