Rabu, 24 September 2014

Selamat yang Meninggalkan

Selamat Pagi, sayang.

Pagi ini aku pun masih belum mengetahui bagaimana cara melupakanmu. Rasanya aku justru terjebak dalam candu yang ada.

Sepertinya aku mencintaimu seperti aku mencintai pantai.

Aku suka mendengar bagaimana deru ombak memecah karang. Begitu juga aku menyukai bagaimana suaramu memecah kesunyian ini dengan suaramu yang berat. Aku menyukainya, sangat.

Aku suka mencium arom laut yang lengket, yang segar, yang lembab. Begitu juga aku menyukai aroma mu yang menenangkan meskipun dari jarak ribuan meter, lembut, menggoda.

Aku suka bagaimana cara ombak menyentuh ujung jari-jari kakiku, menyejukkan. Begitu juga aku sangat menyukai bagaimana caramu menyentuh ujung rasa sayangku meskipun kamu tak akan paham hal itu sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu.

Pada akhirnya di sini semua dimulai. Pada akhirnya hari ini pun akan tiba. Di pelabuhan ini.

Bayangkan aku sedang akan pergi ke timur dan kamu akan berlayar ke selatan. Kamu nggak akan melihat aku pergi karena kepala aku berangkat terlebih dahulu.

Sekarang yang penting aku percaya kalau nanti entah di hari ke berapa entah di laut yang mana dan pelabuhan yang mana kita pasti bertemu lagi. (Hello Goodbye)