cerita ini hanya antara aku dan kamu, sepanjang ini aku kira hanya aku dan kamu.
tapi.
malam itu aku benar-benar menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada kami, pada kita.
bahwa hubungan kita ini ternyata lebih dari sekedar pacaran, lebih dari sekedar seorang perempuan menyukai teman lelakinya sejak lama.
hari Minggu yang lalu, iya ketika kamu bercerita tentang hal itu. tentang kekhawatiramu yang memenuhi pikiranmu. kamu datang, seolah membutuhkan aku.
baru kali itu aku benar-benar merasa dibutuhkan olehmu.
baru kali itu aku benar-benar merasa berarti bagimu,
ketika aku berusaha untuk menghiburmu, berusaha menjadi pendengar yang baik bagimu.
dan ketika pada akhirnya kamu (mungkin) sedikit merasa terhibur, dan ketika pada akhirnya (mungkin) sedikit merasa lebih lega karena paling tidak ada aku yang mendengarkanmu.
aku menyadari bahwa ketika aku menjadi sahabatmu semua akan jauh lebih baik pula bagimu.
maka, mulai saat ini aku akan bersungguh-sungguh bahwa tidak akan aku lanjutkan lagi perasaan itu.
perasaan ingin memiliki. perasaan yang lebih dari egois dari membunuh.
aku sudah siap mulai dari detik ini. hatiku, pikiranku, bahkan hari-hariku yang kelak akan berubah.
abaikan pesan-pesan yang pernah aku kirimkan padamu karena itu aku tulis ketika ketidakstabilan menjadi pengendali dalam diriku.
sayangku, sahabatku.
kita akan menemukan jalan yang jauh lebih baik saat ini.
betul, aku akan terus menyayangimu entah bagaimana keadaanmu.
hingga akhirnya kita akan sama-sama bahagia dengan apa yang kita miliki kelak.
selamat tinggal cinta remajaku, selamat tinggal rasa yang selalu menjadi pemanis dalam hidupku.
selamat tinggal jalan cerita yang selalu ingin kamu hindari.
selamat datang sahabatku, selamat datang cinta tiada akhirku,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar