Hallo..
Lama tidak berjumpa, bersapa apalagi bersua. Bagaimana kabar tentang cinta? Semoga selalu bersama meski tidak lagi bersama.
Bulan-bulan yang lalu aku dipertemukan dengan cinta pertama dan aku rasa akan menjadi cinta terakhirku di masa perkuliahan dan akan ku pastikan menjadi memori legit nan manis di masa selanjutnya.
Jadi, apakah kamu mau mendengarnya?
Ssstt.. Namanya Akrab Psikologi Sanata Dharma, nama panggilannya AKSI. Bagus kan? Terdengar sangat intim dan enerjik. Yaa memang.
Emm yaah..
Kami mulai saling bertemu beberapa bulan sebelum bulan ini dan menjadi semakin saling mencinta pada bulan ini.
Di dalamnya banyak cinta yang tak pernah akan kamu temui dimana pun. Mereka sang kekasih yang saling merindu untuk bertemu, sang pecinta dengan peluk dan cium yang paling dalam, serta pendusta yang siap membuatmu menjadi semakin dewasa.
Mungkin sedikit atauu bahkan sangat terlambat untuk mengungkapkan rasa cinta yang sudah sangat ingin disampaikan. Tapi, temanku selalu berkata bahwa tidak ada kata terlambat untuk cinta. HAHAHA YEA.
Baiklah, akan aku sampaikan sekarang.
Gengsi.
Ahh tidak.
AKU SANGAT MENCINTAIMU.
Berikut dengan kekuranganmu dan lebihmu.
Berikut dengan ketidak mampuanmu dan kekuatanmu.
Berikut dengan amarahmu dan canda tawamu.
Berikut dengan matamu dan senyummu.
Tuh kan, aku malu udah bilang gini.
Udah ahh takut baper.
Tapi kangen sih.
Tapi gengsi mau bilang sih.
Ahh enggak, kan sudah aku bilang.
Sudah ya.
Namanya juga cinta pasti akan bertemu lagi kan ya.
Iya, aku yakin kok.
Cinta bukan hanya soal pertemuan dan perpisahan tapi juga tentang perjalanan.
Haii, AKSI.
Cinta pertama dan terakhirku di masa perkuliahan,
Aku fokus skripsi dulu ya, kemarin waktu ketemu di Wonogondang sebenernya aku lagi mau ngurus ganti dosen pembimbing skripsi.
Setelah skripsiku selesai, aku mau melanjutkan kerja di nun jauh di mata tapi kamu tetep selalu di hati.
Percayalah, aku tidak menyesal sudah dipertemukan denganmu oleh Tuhan.
Yogyakarta, 29 Agustus 2016
di tengah keramaian
di sela kualitatif atau kuantitatif
---Ken Sulanjari, 1994, yang sedang dilanda resah karena skripsi---
uuh, kangen..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar