Rabu, 05 November 2014

catatan cuaca

apa kabar bibir mu hujan, masih mencium tanah dan tak mendapatkan balas? 
aku telah menempuh umur dan meninggalkan kenangan yang berkarat di benakku.
bagaimana denganmu?
kudengar kau tak pernah lagi datang bersama warna.
hanya wajah dingin dan kaku yang biasa.
kau tak sedang dikejar-kejar malaikat maut, bukan?

aromamu terlalu memikat untuk ditepis. kau tahu itu?

apa kabar bibirmu hujan, masih menunggu sebuah ciuman yang mampu mengembalikanmu ke atas awan?
aku telah membuat kanvas tempat aku pernah melukismu puluhan hari yang lalu.
percumah.
tak ada yang bisa kutangkap darimu selain kekosongan yang enggan dimasuki.
kesunyian yang menolak apa saja.

tapi aromamu telah terlalu dalam terhirup. kuhirup. dan menyesakkan.

-BB-

di ambil dari koran harian Kompas, nggak tau jelas kapan terbitnya yang aku inget waktu itu aku masih SMA.

1 komentar: