Hai kamu pria yang sangat aku cintai.
Apa yang sedang kamu lakukan saat ini?
Sungguh aku sedang membangun tembok agar rasa rindu yang aku punya tidak
membumbung tinggi menghancurkan segala yang sudah susah payah aku rekatkan
dengan keberanian dan keikhlasan.
Hai kamu pria yang tidak pernah absen dari
dalam pikiranku.
Apa yang sedang kamu rasakan saat ini?
Apakah kamu sedang bahagia? Sedih? Datanglah padaku, ceritakan semua yang kamu
rasakan. Aku akan mendengarkan segala keluh kesahmu seperti ibumu yang
mendengarkan kamu merengek meminta mainan ketika kamu kecil dulu. Sungguh aku
sangat mengkhawatirkan dirimu bahkan ketika kamu sedang cegukan.
Hai kamu pria yang selalu aku rindukan
dalam hidupku.
Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini?
Kuliahmu? Keluargamu? Kekasihmu? Bagikanlah semua pikiran itu padaku. Sekali
lagi datanglah. Bagikan apa yang menjadi beban pikiranmu. Sedikitpun aku tidak
ingin kau memanggul beban itu. Aku akan membantmu sebisaku. Bagikan, aku akan
membantumu sama seperti ayahmu membantumu berjalan ketika kamu masih kecil
dulu.
Apakah kamu saat ini bahagia? Tak apa jika
kau ingin menangis. Untuk ketiga kalinya aku katakan, datanglah ketika kamu
membutuhkan aku sebagai bahumu. Ceritakan apapun, bahkan hal yang paling
menyakitkan bagiku. Tak apa. Aku tau aku sanggup mendengarkannya.
Hai kamu, jangan sampai kau merasa sendiri.
Ada aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar