Minggu, 19 Januari 2014

Ciu di malam itu bersamamu.


Berjuang.
Datang lalu pergi.

Kamu.
Melangkah masuk, membawa segelas kecil ciu.
Terlihat indah, cantik, bening, dan kuat. 
Aromanya khas sekali. Menggoda.

Sekali tenggak membuatku sedikit mabuk.
Aku tidak menyadari apa yang sedang terjadi ketika aku.
Aku hanyut dalam kenikmatan yang kau bawakan tadi.
Ah, betapa indahnya ketika sedang ber-ciu ria.
Lelah. Mengantuk. Pusing.
Aku perlu tidur.

Pagi menyapa.
Tidak kuingat kebahagian semalam ketika bersamamu.
Apa yang kulakukan? Seperti bukan aku saja. 
Nikmatnya masih sedikit terasa.
Namun, kenelangsaannya bisa aku rasakan dengan jelas dari ujung kepala hingga ujung kakiku.
Hampa. Sakit. 

Di lantai sudah bertebaran botol-botol ciu yang kau bawa semalam.
Berantakan. Berserakan. 
Ku lihat sekujur tubuhku pun sama berantakannya dengan yang kulihat di lantai saat ini.
Ku tengok lebih dalam lagi, ternyata hatiku yang jauh lebih hancur.
Iya, itu karena ciu mu. Cintamu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar