Minggu, 23 November 2014

Perjalananku. Ya, ini perjalananku..

“Kamu pulang naik apa, Ken?”

“Naik motor hehehe”

“Kok nggak naik bis aja, kan murah. Kalo nggak naik kreta”

“Enakan naik motor tau, bisa santai hahaha”

***

Udah banyak banget yang ngomong kaya gini ke aku. But, guys mari aku jelaskan mengenai hal-hal kadang aku sungkan untuk mengatakannya.

Jadi gini loh, masalahnya bukan pada kendaraan yang kamu pakai atau pada murahan mana.

Tapi, momentnya.

Aku sangat menikmati setiap tikungan, setiap pertempatan, setiap hal-hal yang terjadi di sepanjang perjalanan selama aku mengendarai motor.

Coba bayangin waktu kamu naik bis atau kreta. Pandangan kamu sangat terbatas, yang ujung-ujungnya tidur doang.

Tapi, kalo kalian naik motor kalian bisa bebas menangkap segala hal yang sedang terjadi di sekeliling kalian.

***

Yap, aku sangat sangat menikmati ketika harus berhenti di sebuah perempatan dan harus menunggu lampu merah berakhir dan digantikan lampu hijau.

Aku sangat menikmati segala suguhan alam yang aku lihat ketika melewati jalan di antara perbukitan. Hijaunya, pohonnya, bebatuannya dan aromanya.

Aku sangat menikmati ketika segerombolan orang yang sedang mengayuh sepeda dengan keluarga atau teman-teman mereka. Ayunan kakinya, berbalas senyum di antara gerombolan teman, bahkan kernyitan dahi yang mereka lakukan entah itu sedang kepanasan atau sedang kelelahan.

Bahkan aku sangat menikmati ketika seorang kakek tua yang berjalan dengan memanggul hasil sabitan rumput untuk ternak mereka dengan diikuti seorang nenek tua yang membawa ceret dan nampan yang berisi sesuatu yang dibungkus dengan daun pisang.

Dan satu hal yang aku nikmati lainnya adalah terpaan angin yang menyentuh kaki, kulit tanganku dan wajahku. Seolah membawaku ke sebuah tempat dimana beban adalah dosa dan bebas adalah sebuah surga.

***


Jadi begitulah mengapa aku sangat menikmati perjalanan pulangku. Masalahnya bukan kendaraannya atau murahnya. Tapi nilai-nilai yang didapat, moment yang dirasakan. Tidak perlu terburu-buru atau kamu akan melewatkan sesuatu yang mungkin saja bisa berguna bagi dirimu.

Jumat, 21 November 2014

satu prinsip yang harus KAMU pahami!

satu prinsip yang benar-benar aku tanamkan di dalam diriku mulai saat ini adalah :

APA YANG KAMU LAKUKAN KEPADA ORANG LAIN ADALAH APA YANG ORANG LAIN AKAN LAKUKAN KEPADAMU.

well, paham nggak apa yang aku omongin?

jadi gini loh, buat kalian yang merasa bahwa dirinya tidak seperti yang di atas.

kalo orang lain banyak yang care sama kamu, coba deh kamu liat dirimu sendiri. pasti kamu sudah sangat peduli dengan teman-temanmu. selalu ada timbal balik dari apa yang kamu lakukan. selalu ada karma (fyi, kata teman aku yang beragama Hindu, karma itu nggak cuma soal keburukan tapi juga soal kebaikan-kebaikan yang udah kamu tanemin ke orang lain). 

nah, kalo dari dalem diri kamu aja udah nggak peduli sama orang lain yaaah gimana orang lain mau dengan senang hati mempedulikanmu? anggep aja ini adalah karma buruk buat kamu! taik lah, nggak akan paham kau lah, bodat!

aku paham banget kalo prinsip aku pegang jauh berbeda dengan prinsip yang kamu pegang, boy. aku paham banget karena aku sudah berkali-kali merasakannya (atau mungkin nggak cuma aku). tapi coba deh kamu baca hal ini, kali aja bisa bikin otak kamu muter, paling nggak kamu sadar deh. nggak perlu ngubah sikap kamu ke aku tapi cukup SADAR! sadar sadar sadar sadar! perlu gimana lagi sih hah!?

yaudah lah kalo kamu nggak mau sadar, capek juga mau ngomong sama kamu. nggak paham sama maunya kamu. mumpung aku belajar psikologi dan kamu enggak, yaudah aku juga cukup memaklumi bagaimana gelagat kamu selama ini.

sak bahagiamu aja lah, boy. 

P. S semoga bahagia dengan pilihanmu sendiri. bhay! :* hastag : pelukerat 

Selasa, 18 November 2014

Hai Kamu

Hai kamu pria yang sangat aku cintai.
Apa yang sedang kamu lakukan saat ini? Sungguh aku sedang membangun tembok agar rasa rindu yang aku punya tidak membumbung tinggi menghancurkan segala yang sudah susah payah aku rekatkan dengan keberanian dan keikhlasan.

Hai kamu pria yang tidak pernah absen dari dalam pikiranku.
Apa yang sedang kamu rasakan saat ini? Apakah kamu sedang bahagia? Sedih? Datanglah padaku, ceritakan semua yang kamu rasakan. Aku akan mendengarkan segala keluh kesahmu seperti ibumu yang mendengarkan kamu merengek meminta mainan ketika kamu kecil dulu. Sungguh aku sangat mengkhawatirkan dirimu bahkan ketika kamu sedang cegukan.

Hai kamu pria yang selalu aku rindukan dalam hidupku.
Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini? Kuliahmu? Keluargamu? Kekasihmu? Bagikanlah semua pikiran itu padaku. Sekali lagi datanglah. Bagikan apa yang menjadi beban pikiranmu. Sedikitpun aku tidak ingin kau memanggul beban itu. Aku akan membantmu sebisaku. Bagikan, aku akan membantumu sama seperti ayahmu membantumu berjalan ketika kamu masih kecil dulu.

Apakah kamu saat ini bahagia? Tak apa jika kau ingin menangis. Untuk ketiga kalinya aku katakan, datanglah ketika kamu membutuhkan aku sebagai bahumu. Ceritakan apapun, bahkan hal yang paling menyakitkan bagiku. Tak apa. Aku tau aku sanggup mendengarkannya.


Hai kamu, jangan sampai kau merasa sendiri. Ada aku. 

Rabu, 12 November 2014

Bob Marley

“You never know how strong you are, until being strong is your only choice.”  ― Bob Marley

“Only once in your life, I truly believe, you find someone who can completely turn your world around. You tell them things that you’ve never shared with another soul and they absorb everything you say and actually want to hear more. You share hopes for the future, dreams that will never come true, goals that were never achieved and the many disappointments life has thrown at you. When something wonderful happens, you can’t wait to tell them about it, knowing they will share in your excitement. They are not embarrassed to cry with you when you are hurting or laugh with you when you make a fool of yourself. Never do they hurt your feelings or make you feel like you are not good enough, but rather they build you up and show you the things about yourself that make you special and even beautiful. There is never any pressure, jealousy or competition but only a quiet calmness when they are around. You can be yourself and not worry about what they will think of you because they love you for who you are. The things that seem insignificant to most people such as a note, song or walk become invaluable treasures kept safe in your heart to cherish forever. Memories of your childhood come back and are so clear and vivid it’s like being young again. Colours seem brighter and more brilliant. Laughter seems part of daily life where before it was infrequent or didn’t exist at all. A phone call or two during the day helps to get you through a long day’s work and always brings a smile to your face. In their presence, there’s no need for continuous conversation, but you find you’re quite content in just having them nearby. Things that never interested you before become fascinating because you know they are important to this person who is so special to you. You think of this person on every occasion and in everything you do. Simple things bring them to mind like a pale blue sky, gentle wind or even a storm cloud on the horizon. You open your heart knowing that there’s a chance it may be broken one day and in opening your heart, you experience a love and joy that you never dreamed possible. You find that being vulnerable is the only way to allow your heart to feel true pleasure that’s so real it scares you. You find strength in knowing you have a true friend and possibly a soul mate who will remain loyal to the end. Life seems completely different, exciting and worthwhile. Your only hope and security is in knowing that they are a part of your life.” ― Bob Marley

Rabu, 05 November 2014

catatan cuaca

apa kabar bibir mu hujan, masih mencium tanah dan tak mendapatkan balas? 
aku telah menempuh umur dan meninggalkan kenangan yang berkarat di benakku.
bagaimana denganmu?
kudengar kau tak pernah lagi datang bersama warna.
hanya wajah dingin dan kaku yang biasa.
kau tak sedang dikejar-kejar malaikat maut, bukan?

aromamu terlalu memikat untuk ditepis. kau tahu itu?

apa kabar bibirmu hujan, masih menunggu sebuah ciuman yang mampu mengembalikanmu ke atas awan?
aku telah membuat kanvas tempat aku pernah melukismu puluhan hari yang lalu.
percumah.
tak ada yang bisa kutangkap darimu selain kekosongan yang enggan dimasuki.
kesunyian yang menolak apa saja.

tapi aromamu telah terlalu dalam terhirup. kuhirup. dan menyesakkan.

-BB-

di ambil dari koran harian Kompas, nggak tau jelas kapan terbitnya yang aku inget waktu itu aku masih SMA.

Rabu, 15 Oktober 2014

MEMILIKIMU, KALAUPUN TIDAK

MEMILIKIMU

Aku mencintai sunset,
Menatap kaki langit, ombak berdebur.
Tapi aku tidak akan pernah membawa pulang matahari ke rumah.
Kalaupun itu bisa dilakukan, tetap tidak akan kulakukan.

Aku menyukai bulan,
Entah itu sabit, purnama, tergantung di langit sana.
Tapi aku tidak akan memasukkannya ke dalam ransel.
Kalaupun itu mudah dilakukan, tetap tidak akan kulakukan.

Aku menyayangi serumpun mawar,
Berbunga warna – warni, mekar semerbak.
Tapi aku tidak akan memotongnya, meletakkannya di kamar.
Tentu bisa dilakukan, apa susahnya, namun tidak akan pernah kulakukan.

Aku mengasihi kunang – kunang,
Terbang mendesing, kerlap – kerlip, di atas rerumputan gelap.
Tapi aku tidak akan menangkapnya, dibotolkan, menjadi penghias di meja makan.
Tentu masuk akan dilakukan, pakai perangkap, namun tidak akan pernah kulakukan.

Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini.
Yang jika kita cinta, bukan lantas harus memiliki.

Ada banyak sekali jenis suka, kasih, dan sayang di dunia ini.
Yang jika memang demikian, tidak harus dibawa pulang.

Egois sekali, Kawan, jika tetap kaulakukan.
Lihatlah, tiada lagi sunset tanpa matahari
Tiada lagi indah langit tanpa purnama
Juga taman tanpa mawar merekah
Ataupun temaram malam tanpa kunang – kunang.

Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini
Yang jika sungguh cinta, kita akan membiarkannya
Seperti apa adanya
Hanya menyimpan perasaan itu dalam hati.

Selalu begitu, hingga akhir nanti.

***

SAJAK “KALAUPUN TIDAK”

Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya

Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang sesenti pun perasaan tersebut.

Justru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin aneh – aneh,
Perasaan itu tiba – tiba bermetamorfosis menjadi egoisme
dan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja.

Bersabar dan diam lebih baik
Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya

Jika tidak, akan digantikan dengan orang yang lebih baik.






BY : TERE LIYE 
KUMPULAN SAJAK : DIKATAKAN ATAU TIDAK DIKATAKAN, ITU TETAP CINTA

Minggu, 12 Oktober 2014

selamat tinggal, selamat datang.

cerita ini hanya antara aku dan kamu, sepanjang ini aku kira hanya aku dan kamu. 
tapi.
malam itu aku benar-benar menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada kami, pada kita.
bahwa hubungan kita ini ternyata lebih dari sekedar pacaran, lebih dari sekedar seorang perempuan menyukai teman lelakinya sejak lama.

hari Minggu yang lalu, iya ketika kamu bercerita tentang hal itu. tentang kekhawatiramu yang memenuhi pikiranmu. kamu datang, seolah membutuhkan aku.
baru kali itu aku benar-benar merasa dibutuhkan olehmu.
baru kali itu aku benar-benar merasa berarti bagimu,

ketika aku berusaha untuk menghiburmu, berusaha menjadi pendengar yang baik bagimu.
dan ketika pada akhirnya kamu (mungkin) sedikit merasa terhibur, dan ketika pada akhirnya (mungkin) sedikit merasa lebih lega karena paling tidak ada aku yang mendengarkanmu.

aku menyadari bahwa ketika aku menjadi sahabatmu semua akan jauh lebih baik pula bagimu.
maka, mulai saat ini aku akan bersungguh-sungguh bahwa tidak akan aku lanjutkan lagi perasaan itu.
perasaan ingin memiliki. perasaan yang lebih dari egois dari membunuh.
aku sudah siap mulai dari detik ini. hatiku, pikiranku, bahkan hari-hariku yang kelak akan berubah.
abaikan pesan-pesan yang pernah aku kirimkan padamu karena itu aku tulis ketika ketidakstabilan menjadi pengendali dalam diriku.

sayangku, sahabatku.
kita akan menemukan jalan yang jauh lebih baik saat ini.
betul, aku akan terus menyayangimu entah bagaimana keadaanmu.
hingga akhirnya kita akan sama-sama bahagia dengan apa yang kita miliki kelak.

selamat tinggal cinta remajaku, selamat tinggal rasa yang selalu menjadi pemanis dalam hidupku.
selamat tinggal jalan cerita yang selalu ingin kamu hindari.
selamat datang sahabatku, selamat datang cinta tiada akhirku,

Selasa, 07 Oktober 2014

Julia Sheer - Let Him Go Origianl by Passenger (Cover)



Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love him when you let him go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you’re missin' home
Only know you love him when you let him go
And you let him go

Staring at the bottom of your glass
Hoping one day you'll make a dream last
Dreams come slow and they go so fast

You see him when you close your eyes
Maybe one day you'll understand why
Everything you touch surely dies

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love him when you let him go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love him when you let him go
And you let him go

Staring at the ceiling in the dark
Same old empty feeling in your heart
'Cause love comes slow and it goes so fast

Well you see him when you fall asleep
Never to touch and never to keep
'Cause you loved him too much
And you dived too deep

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love him when you let him go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love him when you let him go

And you let him go (oh)
And you let him go (oh)
And you let him go (oh)
And you let him go (oh)

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love him when you let him go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love him when you let him go

'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love him when you let him go

And you let him go


See more at: http://limitlesslyrics.com/artistfolder/j/julia_sheer/juliasheer_lethimgo.html#sthash.dcpfpk5Y.dpuf

Rabu, 24 September 2014

Selamat yang Meninggalkan

Selamat Pagi, sayang.

Pagi ini aku pun masih belum mengetahui bagaimana cara melupakanmu. Rasanya aku justru terjebak dalam candu yang ada.

Sepertinya aku mencintaimu seperti aku mencintai pantai.

Aku suka mendengar bagaimana deru ombak memecah karang. Begitu juga aku menyukai bagaimana suaramu memecah kesunyian ini dengan suaramu yang berat. Aku menyukainya, sangat.

Aku suka mencium arom laut yang lengket, yang segar, yang lembab. Begitu juga aku menyukai aroma mu yang menenangkan meskipun dari jarak ribuan meter, lembut, menggoda.

Aku suka bagaimana cara ombak menyentuh ujung jari-jari kakiku, menyejukkan. Begitu juga aku sangat menyukai bagaimana caramu menyentuh ujung rasa sayangku meskipun kamu tak akan paham hal itu sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu.

Pada akhirnya di sini semua dimulai. Pada akhirnya hari ini pun akan tiba. Di pelabuhan ini.

Bayangkan aku sedang akan pergi ke timur dan kamu akan berlayar ke selatan. Kamu nggak akan melihat aku pergi karena kepala aku berangkat terlebih dahulu.

Sekarang yang penting aku percaya kalau nanti entah di hari ke berapa entah di laut yang mana dan pelabuhan yang mana kita pasti bertemu lagi. (Hello Goodbye)


Rabu, 06 Agustus 2014

Ya, aku pun merasakannya

Kamis, 17 Juli 2014

Diposkan oleh Bonny Fx di 08.25

tanpa mengurangi rasa hormat, aku ingin mengucapkan “terimakasih” kepada hati yang pernah berpaut didalam hidupku, meskipun menjadi cerita usang.

Aku telah membiarkan rasa ini mengalir sebagaimana seharusnya. Tidak ingin mengingat ujung pangkal percikan-percikan bahagia yang dulu pernah ada. Ya tentu saja. Namun ada kalanya terlintas juga sebagai ingatan saja.

Bicara tentang naluri, naluri-naluri ini bergerak diluar kendaliku, lelu melahirkan cemas yang tak mampu ditebak-tebak, itu terjadi padaku! Entalah, ini sindrom apa? Kadang kemampuan berfikir serasa lumpuh, “aku lupa mana yang nyata dan mana yang hanya semu”.

 Setidaknya begitulah hematku tentang hidupku sendiri, yang aku jalani saat ini, tetap berjalan dan penuh dengan warna-warni keindahan. Aku sengaja mengatakan hitam-putih perjalanan hidup ini menjadi suatu yang indah meskipun sesungguhnya itu aku paksa. Sejujurnya aku sudah tidak memikirkan takaran indah atau tidak itu sampai dimana, pendapat kita pasti berbeda.

Ahhh sudahlah, bukankah yang dilebih-lebihkan itu tidak baik?. Kita juga tetap begini-begini saja bukan? Kamu tahu kenapa? Karena apa yang terjadi, apa yang kita rasa, hanya kesemuan.

Kadang terkesan seperti sinetron. Bersembunyi dari yang mencari, mengejar pada yang terus berlari, menguntai kusut tak berbentuk. Berharap adanya pertemun walau berbeda arah, tapi kabut prasangka telah menghalangi kita. Akhirnya berpura-pura bahwa rasa tidak pernah ada.

Aku teringat si buas satu ini, waktu. Dia telah memangsa semuanya, kisah-kasih kini menjadi nostalgia. Ada perasaan sayang untuk melupakan kenangan-ke nangan tadi, tapi sudahlah. Karena itu bukan haluanku. Aku tak ingin terikat apalagi diikat.

Jika kita pernah mendengarkan kata mengabaikan, aku rasa ini yang telah kita jalani, entah secara sadar maupun tidak. Kelak aku tidak berharap adanya penyesalan yang menuntut kita pada kepasrahan, dan lebih-lebih pada fase penyerahan. Aku harap kita bisa menerjemahkan suatu bahasa yang sama dimana segala sesuatu yang terjadi itu punya alasan.

NB: gak usah sokkk sibukkkk yahhh :)

Apakah?

Yak, akhirnya tiba pada hari yang biasa, dimana kita tak saling bicara, dimana kita tak saling bertemu.

Sayang, maaf ya.
Aku sedang tidak menghindarimu kok.
Aku cuma ah sudahlah kau tak akan pernah paham.
Atau aku yang sulit dipahami?
Maaf sayang sekali lagi.
Entah harus dimulai darimana, pengakuan ini ku katakan padamu.
Apakah dari kalimat "aku masih menyukainya, sayang"?
Apakah kau paham?
Paham itu tidak hanya membaca kalimat barusan loh, paham itu ah sudahlah.
Aku tahu ketika kamu membacanya pasti kamu akan menjawab "Iya, aku paham" tapi apakah betul paham?

Sekali lagi maafkan aku.
Pernah ku katakan, "ya kalau sayang ke orang lain ya nggak papa lah".
Ternyata setelah aku pikirkan lagi, itu adalah kata-kata untuk diriku sendiri.
Aku mengerti bahwa kau akan kecewa. 
Tapi apakah aku akan benar-benar mengerti?

Ketika bertemu lagi nanti, entah kapan, entah dimana, entah kita sudah berstatus apa.
Aku berjanji akan menceritakannya padamu.
Ternyata sungguh, menahan perasaan tak akan pernah bisa bertahan lama.
Pada akhirnya aku akan mengakui hal ini, apakah aku juga harus mengakui perasaanku padanya?

Sabtu, 19 Juli 2014

Lelaki itu

Pagi itu kulihat dia melangkah indah sembari menendang-nendang lembut udara yang tengah ia tapaki.

Masih ku ingat dengan jelas, ketika itu aku masih semester 2 lalu. 
Kelas kami berbeda, oh tidak, fakultas kami berbeda.
Dia memperlihatkan gigi yang indah kepada teman-temannya, tertawa begitu menyenangkan. 
Sedangkan aku melihatnya dari balik punggungnya. Bukan melihat lebih tepatnya menatap. Melamunkannya.

Bagiku, dia adalah lukisan Tuhan yang paling indah dan senyumnya adalah bingkai termahal yang akan sulit didapatkan. Jalannya sungguh menawan, seolah-olah malaikat selau menyertai jejak kakinya. Sekalipun di atas tanah yang tandus, langkahnya selalu menimbulkan kekaguman yang luar biasa.

Pada hari-hari yang biasa, beberapa kali aku melihatnya melintas, ketika itu dia tidak melihatku. Sedangkan aku, berusaha berlari sekalipun ketika itu kakiku sedang tidak waras. Berlari kecil di lorong gedung, berusaha mendekat dan sekedar memanggil namanya.
Kemudian dia menoleh dan melemparkan senyum yang selalu aku inginkan, yang selalu ku usahakan hanya untukku.

Hanya untukku?
Ya aku ini hanya temannya. Apa yang bisa kuharapkan selain senyum dari teman kepada teman.
Aku adalah temannya sejak kami masih di bangku sekolah.
Siapa mengira akhirnya dia memiliki cintanya yang sudah lama ditunggu itu. Sedangkan aku, aku tidak akan pernah memiliki cintaku yang juga sudah lama aku tunggu.

Biarlah, aku sangat sangat menikmati perasaan seperti ini.   
Apakah itu menyedihkan? Tidak.
Yang menyedihkan adalah ketika rasa sayang itu, dia manfaatkan untuk mendapatkan apa yang dia mau.

Rabu, 25 Juni 2014

lewat batas

melewati batas itu sakit dan merugikan loh ya
contohnya aja melewati batas daerah teritorial tetangga (baca : melompat pagar) yang berujung luka-luka serta lebam dibeberapa tempat khususnya pada tubuh dan juga menyebabkan ambruknya pagar tetangga tersebut. merugi. niatnya cuma mau lompat dan gak habis pikir kalo yang dilompati bakal marah dan minta buat ambrukin diri zz.

melewati pagar aja sakit dan menyebabkan beberapa kerugian pada diri sendiri dan orang lain apalagi melewati kesabaran. ampun deh. bersyukur wae, bersyukur meneh!

udah gitu aja ya.

Selasa, 24 Juni 2014

#melawan

haii
setelah aku pikir-pikir melalui meditasi di depan rumah dengan pemandangan sawah yang luas membentang serta dengan adanya sedikit gangguan dari kereta yang lewat-lewat serta nyamuk yang tak berhenti menggigiti kulit mulus ini, akhirnya aku menemukan satu hal yang jarang sekali aku lakukan, yaah kadang-kadang doang sih ya.

satu hal yang membuat aku selalu berpikir negatif terus tentang segala hal yang terjadi pada diriku. saya mungkin kurang bersyukur, iya BERSYUKUR.

mari bersyukur atas apa yang terjadi dalam setiap tarikan dan hembusan nafas yang masih bisa dirasakan.

Sabtu, 21 Juni 2014

memaafkan atau sudah tidak peduli?

Yang namanya masalah memang selalu menjadi bagian yang terpenting bagi manusia. Agaknya manusia kayak kita ini perlu banget bersyukur pernah mengalami seberat apapun, itu yang membuat kita masih bisa berdiri tegak dengan hati yang kuat. 

Termasuk saya. Salah satu manusia level rendah dalam masyarakat entah di rumah maupun di kampus.

Satu tahun belakangan ini makin banyak masalah yang sudah saya rasakan juga belum dapat saya selesaikan. Saya bisa menyadari hal ini, usia makin bertambah tanggung jawab makin berat.
Saya percaya masalah yang diberi Tuhan ini merupakan sebuah kepercayaan dari Tuhan sendiri bahwa saya sudah dewasa, sudah memiliki tanggung jawab yang besar dan tidak lagi memikirkan keegoisan diri sendiri.
Memang sulit sekali membuktikannya untuk diriku sendiri, bahkan saya sendiri merasa belum mampu menyelesaikannya, yang saya bisa lakukan hanya menunda-nunda masalah tersebut yang ujungnya bertumpuk, menggunung.

Beberapa hari ini juga aku sedang menarik diri dari teman-teman. Bukan apa-apa, aku butuh waktu untuk diriku sendiri atau sebenernya Tuhan juga lagi nunjukkin mana temen mana "temen". Aku butuh waktu untuk menenangkan diriku sendiri terlebih untuk masalah yang satu ini. Beruntungnya masih ada satu orang yang bersedia mendengarkan keluh kesahku, tidak mengapa. Didengarkan saja sudah melegakan bagiku.
Mungkin aku belum bisa menyelesaikannya, bahkan aku sendiri tidak tau bagaimana untuk menyelesaikannya. Apakah memaafkan sudah cukup? Maksud saya, memaafkan tidak hanya untuk mengampuni kesalahan orang yang bersangkutan tersebut tapi memaafkan adalah untuk lebih menerima setiap masalah-masalah yang ada di dalam masalah tersebut. Membuka diri bahwa masalah tersebut pasti akan memiliki ujungnya masing-masing, entah akan berakhir menyedihkan atau beruntungnya bahagia. Apakah itu saja cukup? Banyak sekali niatan untuk menyelesaikannya mulai dari cara paling busuk yang pernah dipikirkan oleh manusia hingga pikiran paling mulai yang sanggup dipikirkan oleh manusia. Huffft.
Melelahkan sekali, bahkan hanya untuk memikirkannya. Lalu bayangkan apabila aku dapat melakukannya. Aku pastikan itu adalah keberanian level terdewa yang mampu aku keluarkan.


Aku kurang paham ya mengenai definisi memaafkan yang benar itu seperti apa, yang jelas setelah memaafkanpun ada satu bagian dalam hati yang tidak ingin peduli pada orang yang bersangkutan selain itu pasti ada rasa untuk tidak ingin mempercayai dia lagi. Ahh repot juga cinta ya, membingungkan. Ribet kan? Makannya jangan cinta-cintaan mulu, itu coba liat hasil ujianmu gimana? Bye.

Rabu, 04 Juni 2014

Selamat Ulangtahun, Mah.

Selamat Ulangtahun 
 (Dewi Lestari)

"... Aku tidak tahu kemalangan jenis apa yang menimpa kamu, tapi aku percaya ada insiden yang cukup dahsyat di dunia serba selular ini hingga kamu tidak bisa menghubungiku. Mungkinkah matahari lupa ingatan, lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit? Bahkan kiamat pun hanya berbicara soal arah yang terbalik, bukan soal perubahan jadwal."

Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?

Miliaran panah jarak kita
Tak jua tumbuh sayapku
Satu-satunya cara yang ada
Gelombang tuk ku bicara

Tahanlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga menantiku

Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran tuk ku bicara

Jangan berjalan, Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Semoga dia masih ada menantiku

Mundurlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan
Yang harusnya tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang s'lalu membara
Untuk dia yang terjaga
Menantiku

Selamat ulangtahun mamah, semoga apa yang kamu harapkan bisa terwujud seiring dengan banyaknya langkah yang sudah kau tempuh. Semoga keajaiban-keajaiban kecil senantiasa hadir di dalam kehidupanmu, di kehidupan kita semua sebagai keluarga kecil yang bahagia. Semoga Tuhan selalu memberi kekuatan ketika rasa lelah dan rasa ingin menyerah datang kepadamu. Selamat ulangtahun mamah.

Diulangtahun yang kesekian ini, aku masih belum bisa menjamin kebahagiaan apapun untukmu. Hanya doa yang senantiasa aku panjatkan agar kau selalu bahagia meski jarak yang menjadi penghalang kita untuk terus bertatap muka. Tunggu, mah. Sayapku belum terlalu kuat untuk terbang kelangit mengambilkanmu sedikit bintang yang lebih cerah.

Sekali lagi selamat ulangtahun mah. Semoga kebahagiaan selalu hadir dalam setiap langkahmu. Sayang mamah.

Sabtu, 31 Mei 2014

Randomisasi Hati

selamat malam kawan-kawan :)

kemarin, saya menyempatkan diri pergi dengan sahabat kecil saya.
maklum sudah lama tidak bertemu.
kami pergi ke sempor, tentu saja bukan untuk melihat "hal yang aneh-aneh" ya.
kami ke sempor untuk mengambil anjing sahabat saya di rumah mantannya.
lama kami menunggu sang empunya rumah.
karena saya sedikit takut anjing-anjing yang turut menjaga rumah mantannya sahabat saya itu, akhirnya saya menunggu di atas motor. 
sedikit-dikit kepo hape sahabat saya itu.
ketika saya buka album foto-fotonya, saya melihat gambar yang dikirim dari mantannya.
begini bunyinya :

"kita punya dua buah mata dan satu lidah yang artinya kita harus lebih banyak melihat daripada berbicara.
 kita punya dua buah telinga dan satu mulut yang artinya kita harus lebih banyak mendengar daripada  berbicara.
 kita punya dua buah tangan dan kaki serta satu perut yang artinya kita harus lebih banyak bekerja daripada  makan.
 kita punya tiga sisi otak; otak kanan, kiri dan tengah serta punya satu hati yang artinya kita harus lebih  banyak berpikir daripada merasa"


saya pikir kita sudah tidak asing dengan kata-kata di atas. 
tapi kali ini saya benar-benar memikirkan kata-kata tersebut.
menyedihkan sekali kalo saya masih belum bisa menerapkannya dalam hidup saya.
bahwa melakukan hal-hal yang biasa kita lakukan belum cukup untuk membuat oranglain bahagia, apalagi diri sendiri.
pada dasarnya saya ingin membuat orang lain bahagia, namun terkadang cara yang saya lakukan masih salah yang justru membuat orang lain susah bahkan sedih.
yaaahh, saya harus terus mencoba.


ke-random-an ini saya persembahkan untuk kawan-kawan saya, keluarga saya dan pacar saya :)

Minggu, 18 Mei 2014

tugas gilak!

Kerasnya dunia perkuliahan baru busa dirasakan ketika tugas mulai menumpuk dan sedikit membuat kegilaan tersendiri.

Yang membuat gila bukan hanya tugasnya, dosennya juga, teman-temannya pun begitu.

Makanya pinter-pinter atur waktu dan teman hihihi pinter doping juga sih misalnya dengan cari pacar yang bisa diajak main bareng gila bareng, misalnya.

Kamis, 15 Mei 2014

ketika kunjungan ..


Sabtu, 10 Mei 2012. 

Hal baru yang saya dapatkan dari masa saya kuliah di Psikologi. Kami berangkat ke Rumah Sakit Jiwa Ghrasia. Saya tidak akan banyak membicarakan materi secara formal yang saya dapatkan selama saya belajar disana. Namun saya mendapatkan hal yang lebih dari sekedar materi formal tersebut. Saya lebih belajar mengenai kehidupan. Hidup men!

Membicarakan soal kehidupan sangatlah rumit. Ketika saya melihat para pasien rumah sakit tersebut saya merasa bahwa saya adalah salah satu orang yang beruntung karena bisa belajar psikologi bersama dengan teman-teman yang lain. Saya merasa beruntung bahwa saya dapat mengunjungi mereka, bukan menjadi orang yang dikunjungi. Terlebih karena saya bisa melakukan "coping stress".

Ketika saya datang untuk melakukan wawancara kepada salah satu pasien namanya Mbak Susi, saya melihat bahwa di matanya bahwa mereka adalah orang yang tulus, orang yang jujur. Mereka akan mengatakan sejauh yang mereka pahami, mereka akan mengatakan apa saja yang ada dalam pikiran mereka. Ketika saya mulai mengajukan beberapa pertanyaa, pasien yang saya wawancarai, menyampaikan bahwa orang paling dia sayangi adalah ibunya. Bahkan orang “sakit” pun memiliki rasa sayang yang besar kepada keluarganya yang sudah mengirimkan mereka ke rumah sakit itu dan lebih menyerahkannya kepada para suster. Hal tersebut membuat saya sedikit berpikir, mengapa masih saja ada kejadian seorang anggota keluarga tega membunuh saudara bahkan anaknya yang “berbeda” dengan kita. 

Jadi siapa yang benar-benar sakit mental? Mereka yang membunuh saudaranya atau mereka yang ada di rumah sakit jiwa? Mbak Susi juga mengatakan bahwa, dia sangat ingin pulang ke rumah. Dia sangat merindukan ibunya. Aku tidak tau apakah rasa rindu Mbak Susi kepada ibunya adalah pernyataan yang sesuai dengan keadaannya atau tidak yang pasti hal ini bisa menjadi tolok ukur bagi kita yang dicap normal untuk melihat kembali diri kita sendiri. Bahwa mereka sebenarnya tidak ingin berada disana, mereka hanya kehilangan rasa kasih sayang dari orang terdekatnya. Mereka kehilangan kepedulian dari orang-orang yang mereka sayang.


Tentu saja bagi kita yang dicap normal ini sudah seharusnya berpikir bahkan bertindak saling peduli bagi sahabat-sabahat kita dan keluarga kita sendiri. Sebelum mereka yang kita sayangi menjadi salah satu keluarga rumah sakit jiwa. Kadang kala apa yang kita lakukan dan katakan tanpa sadar dapat menyakiti hati teman, sahabat dan keluarga kita. Melihat hal ini mari mulai saat ini kita dapat menyadari serta peka dan peduli dengan apa yang sudah kita lakukan dan kita katakan. Jadi, sebelum teman atau keluargamu masuk Rumah Sakit Jiwa juga ada baiknya untuk terus menanamkan kasih sayang dan rasa saling peduli.

Selamat Malam :)

Minggu, 11 Mei 2014

semoga ya :)

Selamat pagi semuanya
Hari apa ini? Senin.
Semoga harimu menyenangkan.
Semoga perjalanan hidupmu menyenangkan.
Semoga pilihanmu adalah pilihan yang menyenangkan.

Minggu, 27 April 2014

teman kita adalah 'mahasiswa'

Beberapa hari yang lalu saya menyempatkan diri untuk sekedar berbincang dengan teman lama di kolom chat. Bercerita mengenai lika-liku dunia mahasiswa, satu kalimat yang membuat saya  sedikit tersadar :

"Emang ngono si mereka teman kita yang adalah 'mahasiswa', kancaku ya pada bae kaya kue.. ya kui artine dewek kudu luwih sabar.. hehe"

>> memang seperti itu lah teman kita yang adalah 'mahasiswa', temanku ya juga sama aja.. ya itu artinya kita harus lebih sabar..hehe

Iya, memang benar.

Jumat, 25 April 2014

apakah hidup benar-benar memberikan pilihan?

selamat malam dunia.

rasanya sepi sekali malam ini, entah memang begitu atau pikiranku saja.
susah sekali membedakan di antara keduanya itu.
aku hidup pada realita atau aku hidup dalam pikiranku sendiri?

apakah hidup memberikan banyak pilihan?
yaah kecuali ketika kita dilahirkan dan ketika ketika kita meninggal.
ketika kita dilahirkan kita tidak dapat memilih dengan keluarga mana kita akan hidup, dengan keadaan seperti apa, apakah mereka akan menyayangi kita, apakah kita akan bahagia, apakah keluarga kita dari keluarga baik-baik?
sedangkan ketika kita meninggal kita tidak dapat menentukan kapan, dimana, dengan cara apa, dengan siapa kita akan meninggal nanti.

kenyataannya, pilihan tidak selalu muncul ketika kita menjalani kehidupan.
ketika kita masih kecil, kita tidak dapat memutuskan bagaimana jalan hidup kedua orang tua kita.
apakah mereka harus baik-baik saja, ataukah mereka suatu saat akan berpisah.
dan satu lagi yang perlu diingat, bahwa kita tidak akan pernah terlihat dewasa di mata mereka.

aku benci selalu menjadi anak kecil di mata mereka.
aku benci untuk menjadi penakut ketika aku harus berbicara.
aku benci ketika aku hanya mampu menuliskan kata-kata ini saja.
aku benci bahwa aku tidak memiliki keberanian apapun.

apapun itu, aku rasa semuanya akan baik-baik saja.
biar saja kali ini aku akan hidup dalam pikiranku sendiri.
meskipun keadaan tidak baik-baik saja, aku ingin dalam pikiranku adalah hal yang baik-baik saja.
biarkan apa yang aku lakukan, apa yang aku kerjakan selalu bisa membahagiakan siapapun yang benar-benar menyayangiku.

mari jalani hidup yang lebih bahagia bagi diri sendiri.
apa yang tidak membuatmu bahagia yaah itu sudah harus dimasukkan ke dalam tong sampah.
apa yang membuatmu berhenti melangkah harus kamu singkirkan.
kamu sendiri yang bisa membuat dirimu bahagia, Ken.

Rabu, 23 April 2014

surat minggu ini

Gombong, 23 April 2014


selamat malam publik..
sudah lama sepertinya saya tidak menambah tulisan dalam blog ini.
minggu ini, terhitung sejak tanggal 16 April 2014 yang lalu hingga hari ini cukup menyebalkan. sungguh.
banyak hal yang sudah saya lewatkan pada minggu ini.
beginilah ceritanya :

Rabu, 16 April 2014.
sore sekitar pukul 16.00 aku ke kampus lagi, setelah 15 menit sebelumnya aku baru pulang dari kampus. aku menyempatkan diri untuk memotong celana lapanganku (oke ini konyol, tolong gak usah pake ketawa) buat lomba futsal antar kelas Psikologi yang kebetulan aku satu team sama Silud *yeay!. semua berjalan lancar, aku semangat lari kanan kiri. namun beberapa menit  setelahnya, aku lengser! jatoh! sempet aku mrenges alias senyum semi nahan sakit. waktu mau bangun, gue gagal! saaaakiiitttnya mata kaki ku! astaga, waktu itu yang terlintas cuma "jangan nangis, jangan nangis, tahan, kuat kuat". akhirnya aku di pindah ke pinggir lapangan dan sambil nahan nangis. beberapa menit temen-temen medis nemenin aku, ngasih bantuan dan semangat (jujur, salut banget sama medisnya. mereka keren. semangatnya. salut!!). hingga akhirnya datanglah si Tapel dengan nada perhatiannya yang membuat aku menumpahkan air mata yang sempat tertahan. sodaraku laaahh, cuma sama dia, dia yang udah tau luar dalem, dia yang paham kalo aku lemahnya kaya gimana. meskipun keadaanku memilukan tapi teamku menang hihihii
pulang ke kost aku di anter Gung Is, Igan sama Anggie padahal malemnya mereka mau pulang kampung. aahh rasanya lengkap sekali penderitaanmu malam itu. aku telpon Bang Boy, minta dia dateng ke kost. lamaa. sampe aku ketiduran. malemnya Audrey dateng ke kost, cerita sampe malem dan meredakan sakitku sejenak. 

Kamis, 17 April 2014 - Rabu, 23 April 2014.
paginya Audrey dateng ke kost bak malaikat penyambung nyawa. dia bawa tongkat sama tensocrepe (yang ga tau bisa googling) dia langsung balut kakiku pake pembalut ajaib itu. 
jam 10.30 aku dijemput, naik mobil. sebelumnya udah berencana naik motor dan membayangkan bakal asik banget. namun harapan tinggal harapan semata. di jalan pun sama saja sakitnya. sakit kaki dan sakit hati. sakit hati waktu mereka turun makan aku nggak bisa ikut turun. 
rencana waktu mau pulang udah aku susun banyak banget :
1. ke greja pake sepatu cantik = GAGAL
2. potong rambut = GAGAL, kramas aja butuh perjuangan
3. jait celana dan rok kain = GAGAL
4. tatto temporar = GAGAL
5. main-main = GAGAL
kalo kamu tau, setiap kali mau ke kamar mandi entah mau pipis, boker atau mandi pasti nangis dulu. sakitnyaaaaa. tiap jalan selain pake tongkat hasil pinjeman dari Audrey aku juga dibantu sama Mamah (luar biasa sekali mamah saya). 
beberapa kali di urut sama Mbah Jo (atau Joe ya?) umurnya sekitar 65-70 tahun. sabar sekali, kalo aku udah nangis langsung diajak ketawa sambil dipijit-pijit nikmat. oiya, dulu dia yang mijetin aku waktu aku masih kecil juga jadi dia udah kenal aku sejak aku masih kecil hihihi.
namun ada satu hal yang bikin aku stress LAPORAN WAIS. sudah aku tidak ingin membahas itu di sini karena aku sudah membahasnya sama Vian. 
laporanku dibenerin sama Bang Boy, dia bela-belain nggak belajar buat UTS demi laporanku, dia bela-belain ke warnet malem-malem demi ngirim e-mail ke aku, mondar-mandir Paingan-Mrican buat ambil laporanku. aku udah nggak tau mau ngomong trimakasih apa sama dia. dia baik sekali. terimakasih karena selalu ada :)

sekian cerita minggu menyebalkan ini, apapun yang terjadi dalam minggu ini aku yakin Tuhan sudah menyiapkan hikmah yang luar biasa, pelajaran yang luar biasa. terimakasih Tuhan, terimakasih teman-teman, terimakasih pacar dan sahabat yang paling luar biasa terimakasih keluargaku.


with love,


Ken Sulanjari

Senin, 31 Maret 2014

Tidur - Dewi Lestari

Tak perlu kau bangun dari tidurmu
Tak usah bersuara menyambutku
Ku cukup bahagia berada di sini
Di sisimu, memandangmu,
Tanpa perlu kau tahu

Sekian lama sudah kita tak berjumpa
Tiada terbilang lagi rindu ini
Dalam haru, ku membisu

Oh...tidur, tenang
Oh...tidur, sayang, tidur
Malam ini kucukupkan hanya menatapimu
Malam ini kuputuskan untuk jaga tidurmu

Jika nanti semua ini berlalu
Jika ku tak lagi jauh darimu
Aku kan temani engkau selalu
Pagi, siang, sore, malam
Kapan pun engkau mau

Sekian lama sudah kita tak berjumpa
Tiada terbilang lagi rindu ini
Dalam haru, ku membisu

Oh...tidur, tenang
Oh...tidur, sayang tidur
Aku kan ada saat matamu membuka
Mendekap engkau seolah tiada esok, lusa

Tiada pergi jauh lagi dari engkau
Tiada malam, tiada pagi,
Tanpa hangat jemarimu

Oh...tidur, sayang tidur

Selasa, 04 Maret 2014

Cinta itu..?

"Tahukah, sayang. Jika kau melemparkan sebutir telur dari atas awan, saat jatuh menimpa tanah sedikit pun telur itu takkan retak sepanjang kau punya sesuatu! Dan tahukah aku apakah sesuatu itu? Sesuatu itu adalah cinta!"

"Kalau begitu cinta itu seperti kasur, ya Kek? Yang saat Zalaiva loncat-loncat di atasnya tidak terasa sakit?"

"Bukan. Cinta itu tidak seperti kasur, Sayang"

"Jadi bagaimana ia membuat telur itu tidak pecah?"

"Karena cinta itu akan memberikan sepasang sayap yang indah kepada telur itu, Sayang"

"Jadi cinta itu seperti burung!"

"Ya. Seperti burung, ia akan membawamu terbang ke mana saja. Membuatmu bisa memandang seluruh isi dunia dengan suka cita, Bahkan, terkadang kau merasa seluruh dunia ini hanya milikmu seorang."

***

"Kakek, apakah cinta itu menyenangkan seperti musik?"

"Ya. Ia seperti musik, tetapi cinta sejati akan membuatmu selalu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti"

***

"Kakek, apakah cinta itu menakutkan seperti hantu?"

"Ya, cinta sejati seperti hantu. Semua orang membicarakannya, tetapi sedikit sekali yang benar-benar pernah melihatnya"

***

"Kakek, apakah cinta sesejuk air sungai ini?"

"Ya, cinta sejati memang seperti air sungai, sejuk menyenangkan, dan terus mengalir. Semakin lama semakin besar karena semakin lama semakin banyak anak sungai yang bertemu. Begitu juga cinta, semakin lama mengalir semakin besar batang perasaannya."

"Kalau begitu ujung sungai ini pasti ujung cinta itu?"

"Cinta sejati adalah perjalanan, Sayang. Cinta sejati tak pernah memiliki tujuan."

"Kakek, apakah cinta itu memberi, seperti yang kakek lakukan saat memberi makan ayam-ayam?"

"Tidak. Karena kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun memiliki perasaan cinta, tetapi kau takkan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi"

***

"Kakek, dari kota manakah cinta datang?"

"Tidak ada yang tahu sayang. Cinta sejati datang begitu saja, tanpa satu alasan pun yang jelas!"

"Lalu dari mana Zalaiva tahu itu cinta?"

"Kau akan tahu ketika ia datang. Tahu begitu saja. Dulu orang-orang menyebutnya cinta pada pandangan pertama. Cinta sejati selalu datang pada pandangan pertama. Cinta sejati selalu datang pada pandangan pertama. Cinta sejati selalu datang pada saat yang tepat, waktu yang tepat dan tempat yang tepat. Ia tidak pernah tersesat. Cinta sejati selalu datang pada orang-orang yang berharap berjumpa padanya dan tak pernah berputus asa."

***

"Kelak saat kau dewasa, kau akan melihat banyak sekali orang-orang yang begitu saja jatuh cinta. Bagi mereka, cinta seperti memungut bebatuan di pinggir sungai. Banyak bertebaran. Bosan bila dilemparkan jauh-jauh. Kurang, tinggal masukkan batu yang lain ke dalam kantong lainnya. Apakah perangai seperti itu disebut cinta? Tentu saja bagi mereka jga cinta. Tetapi ingatlah selalu Zalaiva-ku, cinta sejati tak seserdehana bebatuan."

"Suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti. Seluruh alam semesta alam takzim menyampaikan salam. Ada cahaya keindahan yang menyemburat, menggetarkan jantung. Hanya orang-orang beruntung yang bisa melihat cahaya itu, apalagi berkesempatan bisa merasakannya."

***

Diambil dari buku "Sejuta Rasanya" karya Tere Liye.

:)

selamat berbahagia semua.

Selasa, 11 Februari 2014

Career, Cinta dan Carrier

Senin, 11 Februari 2014. Yogyakarta. Gerimis. Dingin.

Tadi pagi, kuliah kedua dimulai pukul 13.00 dengan mata kuliah Psikometri.
Dosen terlihat menarik. Lucu, mungkin saja ini hanyalah kesan pertama. Mungkin.
Ketika dosen menjelaskan pengantar Psikometri aku dikagetkan oleh Anggie (teman sebelah) dengan kata 'Manajemen' dan 'Karir'.

"wah, tel manajemen. manajemen perjalanan. packing"

"wah iya, iya. manajemen packing = manajemen karir = manajemen cinta ya!" segera aku tulis kata-kata yang aku ucapkan tadi dengan membubuhi beberapa tambahan kata-kata.

"manajemen packing = manajemen karir =  manajemen cinta. kalo mau bawaannya enak, ringan dan nggak nyusahin ya packingnya harus bener. harus ditata yang bener. jangan sampe gara-gara beban kalian yang salah justu bikin langkah buat naik gunung jadi terhambat"

Sepertinya kata-kata yang baru saja aku pikirkan dan langsung aku tuliskan ada benarnya juga.
Mungkin, sebelum melanjutkan lebih jauh teman-teman harus mengetahui gambaran mengenai packing yang baik dan benar dan bisa kalian akses sendiri di Google :)

Career, Cinta dan Carrier.

Semuanya harus dipack dengan baik dan benar dalam satu wadah yang sudah memenuhi syarat.
Packingan yang salah justru bikin beban kalian makin berat.
Setiap sela dalam carrier harus diisi agar semua kebutuhan yang diperlukan dapat masuk ke dalam carrier selama perjalanan.
Barang yang kurang penting diletakkan paling bawah paling dasar, sekali lagi kalo itu kurang penting.
Akan berbeda dengan barang yang sangat dibutuhkan ketika keadaan genting seperti mantol dsb, mereka diletakkan dipaling atas. Hal ini dilakukan apabila ketika kita memerlukan sesuatu, kita tidak akan kerepotan mencarinya dengan membuka semua barang-barang yang sudah tertata untuk dikeluarkan kembali dan diacak-acak sehingga tatanan tidak seperti awal tadi. Ujung-ujungnya bikin susah dan kalo salah meletakkan barang bikin beban makin berat.

Saya rasa, packing Carrier sama saja ketika kalian harus "packing" Karir dan Cinta kalian.
Bawa sesuai kebutuhan.
Tempatkan mereka sesuai dengan tempatnya dan kebutuhan kalian.
Yang kurang dibutuhkan ya di letakkan paling bawah sedangkan yang sangat penting letakkan paling atas.
Jangan sampai, ketika di tengah jalan kalian membutuhkan sesuatu namun barang tersebut sulit kalian temukan kemudian menjadi penghambat langkah kalian menuju "puncak".

Terimakasih :)


Senin, 10 Februari 2014

Kesadaran Diri Tingkat Pertama


Hari ini, Senin tanggal 10 Februari 2013.
Hari pertama memasuki kuliah di semester 4.
Sudah cukup lama rupanya.
Tapi masih belum mengerti siapa diri sendiri.
Aku? Bagaimana? Siapa? Apa yang ingin dilakukan?

Semalam, aku bertemu dengan saudara lama setelah beberapa bulan tidak bertatap muka kembali.
Percakapan singkat, menyenangkan dan mengharukan.
Mendengarkan cerita perjuangan mereka terhadap tujuan mereka, keinginan mereka.
Aku? Ya, ini menjadi masalah lagi bagiku.

Malam hari, ketika itu perutku sakit sekali.
Membuatku berfikir sejenak tentang makanan yang aku makan hari ini.
Namun, ide tersebut melenceng jauh dari apa yang aku inginkan.
Aku ingat ketika salah satu saudara ku membawa buku yang baru saja dia beli, menunjukkannya pada seorang lelaki di seberangnya.
Hal tersebut membuatku berfikir.

Membaca.
Menulis.
Sebenarnya apa?
Aku sangat sangat sangat menyukai membaca.
Tapi menulis menjadi kegitan yang lebih menarik.
Beberapa kali aku menilik diri sendiri.

Aku pembaca atau penulis?
Sepertinya kedua hal tersebut saling bertentangan.
Tentu, tentu saja kedua bisa dikolaborasikan menjadi perpaduan yang hebat.
Tidak akan ada menulis yang memuaskan tanpa membaca.
Aku masih tidak mengerti diriku sendiri.
Kemudia, ketika mandi tadi pagi aku disadarkan kembali mengenai satu hal.
Membaca tidak hanya dari buku kan yang dibuat oleh penulis terdahulu kan?
Membaca.
Membaca raut wajah manusia, bisa menjadi sebuah tulisan indah.
Membaca alam, bisa menjadi maha karya dari sebuah tulisan sekalipun penuh dengan kesederhanaan.
Membaca hati, tentu hati, perasaan dan cinta akan menjadi bahan yang selalu menarik.

Ya, ini hanya menurut saya.
Tentu saja, siapa yang mengharuskan membaca buku selalu menjadi panduan dalam menulis.

Hanya melihat hal kecil dari sekeliling kita.
Hal-hal kecil yang tidak pernah diduga oleh penulis manapun.
Maksudku, setidaknya menjadi peka adalah awal yang baik untuk menulis.
Apapun, bahkan baling-baling kipas angin yang berputar bisa menjadi tulisan khas yang kamu buat.

Terimakasih, malam itu. 


Jumat, 07 Februari 2014

Cups

by Anna Kendrick. From Pitch Perfect.

[Verse 1:]
I got my ticket for the long way round
Two bottle a whiskey for the way
And I sure would like some sweet company
And I'm leaving tomorrow, wha-do-ya say?

[Chorus 1:]
When I'm gone
When I'm gone
You're gonna miss me when I'm gone
You're gonna miss me by my hair
You're gonna miss me everywhere, oh
You're gonna miss me when I'm gone

[Verse 2:]
I've got my ticket for the long way round
The one with the prettiest of views
It's got mountains, it's got rivers, it's got sights to give you shivers
But it sure would be prettier with you

[Chorus 2:]
When I'm gone
When I'm gone
You're gonna miss me when I'm gone
You're gonna miss me by my walk
You're gonna miss me by my talk, oh
You're gonna miss me when I'm gone


http://www.stlyrics.com/lyrics/pitchperfect/cups.htm

pesan cicak dan semut untukmu

kemarin aku menemui kamu (lagi)
candu ini tidak sama dengan ketika aku sedang kecanduan rokok, ciu atau semacamnya
begitu sempit, begitu dekat
bahkan penggaris 30 centimeter terlalu panjang untuk mengukur jarak antara kita

aku lupa untuk menyampaikan pesan dari sang cicak yang sempat mendengar percakapan kita semalam
dia bilang, "lelaki di depanmu sungguh menawan, Ken"
bahkan cicak saja yang hanya menjadi pendengar tau bagaimana menawannya dirimu ketika malam itu

ternyata tidak hanya cicak yang ingin menyampaikan kekagumannya padamu.
bahkan semut yang sedang bekerja hingga larut malam itu pun memintaku mengatakan ini padamu,
"suaranya, menenangkan sekali. hangat. api seperti apa yang dia bawa terus sih?"

mereka benar, sekali aku berbisik kepada mereka
"lelaki yang kalian kagumi saat ini adalah lelaki yang aku sayangi."



sudahlah aku mau mandi dulu.
bye :)

Sabtu, 01 Februari 2014

Kala Itu Ketika Semuanya Ada

hujan.
malam.
di rumah.
dingin.
basah.
gelap.
bocor.
ember.
teh anget.
nyamuk.
Bella.
Mama.
dek Bagus.
ngantuk.
Mister(i) Tukul Jalan-jalan Bengawan Solo.
Trans7.
chat.
Facebook.
Nasalis Boo Peck.
sayang.
rindu.

Rabu, 29 Januari 2014

Wanita Tetap Wanita


Beberapa hari yang lalu, saya menyempatkan diri untuk menonton film karya bangsa sendiri. Wanita Tetap Wanita yang sudah dirilis pada 12 September 2013. Rasa penasaran begitu saja datang ketika membaca judul film tersebut. Film yang disutradarai oleh 4  sutradara muda yakni Irwansyah, Didi Riyadi, Reza Rahardian, Teuku Wisnu ini cukup menyentuh hati saya, selain karena saya sendiri adalah seorang wanita film ini juga memiliki makna yang cukup mendalam. Bagaimana perjuangan kaum wanita dalam menghadapi dunianya di sekitarnya cinta dan karir. Berikut beberapa kutipan yang menurut saya menarik :


“God made man stronger but not necessarily more intelligent. He gave women intuition and feminity. And, used properly, that combination easily jumbles the brain of any man I’ve ever met.”
Farah Fawcett

Dadaku membusung bangga dengan segala sebutan kami.
Dari gadis, perawan tua hingga sebutan janda bahkan pelacur.
Namun, tulang tetap tulang tetap menggigil tanpa diselimuti daging.
Walaupun kokoh menopang tubuh, kami pun sama.
Bagaimanapun kuatnya kami Wanita Tetap Wanita.
Aku, Kami, dunia mungkin berkata kita rapuh seperti kristal. 
Biarkan mereka menilai seberapa kuatnya kita.
Perempuan.
Menjadi perempuan bukanlah sebuah pilihan tapi ini adalah takdir.
Kami senang mengambil keputusan atas hidup kami sendiri dan menjadi bahagialah yang aku sebut sebagai pilihan.
Sesekali patah, terpuruk namun selalu ada kekuatan extra untuk bangkit kembali.
Begitulah cara kami menghadapi dunia, pun saat hati jatuh cinta.

***

“anda percaya cinta?”

“cinta itu bukan kepercayaan, tapi perasaan mbak. Urusan percaya nggak percaya ya itu udah urusan hati.”

“satu pria dan satu wanita bersatu, apa bisa disebut cinta?”

“pertanyaan mbak ini sama dengan 1 + 1 apa sama dengan 2? Jawabannya pasti 2 kalo kita sepakat dalam bilangan perpuluhan, itu kata sudjiwo tedjo loh mbak.”

“apakah kebahagian harus selalu berhubungan dengan memiliki pasangan? Saya sih nggak pernah bisa menemukan sisi estetis dari cinta, ya tentu saja selain bercinta. Terus dimana esensinya?”

“cinta dan kebencian adalah unsur kekuatan ya selain tanah, api, air dan udara. Kalo mau ditanya esensinya, alam semesta jawabannya. Socrates pernah bilang ‘cobalah dulu baru cerita, pahamilah dulu baru menjawab, pikirkanlah dulu baru berkata, dengarkanlah dulu baru beri penilaian dan bekerjalah dulu baru berharap.’ Hehe kacrut-kacrut gini saya lulusan filsafat, mbak. Gelar sarjananya cuma untuk keren di ijazah.”

“Mbak, jangan dijadiin beban hati itu bukan bilangan pasti.”

***

“ini kali ketiga saya berpenumpang embak.”

“nggak usah gr, bukan berarti kita jodoh.”

“loh mbak, siapa yang lagi ngomongin jodoh. Jodoh bukan dikirim Tuhan dengan tidak sengaja tapi seseorang yang datang dan kita perjuangkan dan ada tombol klik di sini ketika bertemu dan jodoh itu nggak bisa dipaksa loh mbak. Ada cinta, cita dan karsa. Jujur mbak, nggak banyak orang yang paham soal ini termasuk keluarga besar saya.”

***

“eh denger ya, gue nggak berusaha ngerebut atau nyakitin siapapun. I love him and he loves me. Jadi, nggak ada kok yang ngerebut cinta siapapun karena cinta nggak bisa direbut, Yu. Apa yang gue punya sama dia itu indah dan nyata. Hal yang nggak pernah gue rasain selama 2 tahun sama Iko. Apa masalah kalo gue mencintai bang Andi? Apa mencintai seseorang yang udah memiliki pasangan adalah sebuah kejahatan?”

***

“kadang dalam hidup apa yang kita pikir atau kita rasa itu adalah yang terbaik buat kita belum tentu itu adalah yang bener-bener terbaik buat kita.”

***

“Nurma belajar bahwa untuk mencintai seseorang kita nggak perlu menyakiti orang lain. Semoga nggak ada ibu Sri yang lain ya, bang. Dan biarlah bang Andi tetap menjadi bang Andi, guru les privat yang pernah Nurma taksir.”

***

Bukankah lautan dan gunung bersepakat menjaga bumi, namun tetap saja ombak tiba-tiba datang mengganggu pantai.
Lalu kemana kaki ini ku langkahkan?
Cinta selalu bisa memiliki aku walaupun aku tidak selalu mendapatkan cinta.
Kami menyala dalam kegelapan.
Kami berbisik dalam keheningan.
Kami gagah dalam kelembutan.
Kami bisa bicara tanpa suara.
Ketika pidana datang menghardik cinta kami patuh pada takdirnya.
Ketika piatu menangis dan meremukkan hati kami hadir dalam pelukan.

Terima kasih sudah membaca :)